Hamil Anak Pertama? Simak Panduan Persalinan Caesar dari Sebelum, Saat, hingga Operasi Selesai
Maka tak ada salahnya Moms mengetahui prosedur persalinan caesar sehingga tidak membuat hati khawatir.
Setelah pembiusan selesai dilakukan dokter melakukan pemasangan kateter kemudian dibersihkan daerah operasinya.
Kemudian lingkungan operasinya kita selubungi dengan kain steril supaya lapangan operasinya lebih spesifik.

Baca juga: ADA yang Meremas-remas Saya, Ibu Muda Marah Besar Dicabuli Oknum Perawat Saat Drop di IGD
Sementara dr. Gorga I. V. W Udjung, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RSU Bunda Menteng, Jakarta ketika diwawancarai Nakita.id pada Sabtu (20/2/2021) menjelaskan prosedur persalinan caesar.
"Ini nanti pakai ada pemeriksaan dulu, pemeriksaan darah rutin, kalau diperlukan pemeriksaan CTG mungkin bahkan kalau memang diperlukan ada pemeriksaan USG sebelum dilakukan tindakan operasi," jelas dokter Gorga.
Setelah semua selesai ke dokter anestesi, ke dokter yang melakukan tindakan pembiusan, jelas dokter Gorga.
"Baru mengikuti jadwal operasi yang sudah ditentukan sebelumnya di Poli barulah pasien biasanya masuk sehari sebelumnya.
Misalnya besok nih (melahirkannya), sudah masuk malamnya hari ini biasanya.
Selanjutnya dicek HBnya kalau hemoglobin darahnya baik ya nggak perlu disediakan darah. Kalau misalnya rendah kita siapkan darah untuk jaga-jaga," jelas dokter Gorga.

Di sisi lain dr. Ivanna Theresa S.,SpOG, MPH, dokter kandungan yang berpraktik di RS St. Carolus Salemba, Jakarta saat diwawancarai Nakita.id pada Selasa (23/2/2021) menjelaskan prosedur persalinan caesar.
"Prosedur operasi caesar yang paling penting kita tentukan indikasinya dulu. Ketika pasien sudah sesuai indikasi bahwa dia memang tidak bisa melakukan persalinan normal, kita melakukan persiapan," jelas dokter Ivanna.
Persiapan operasi caesar kita bekerja sama dengan dokter anestesi. Jadi dari dokter anestesi itu apakah pasien itu ada faktor risiko yang bisa menyulitkan pembiusannya selama prosedur operasinya nanti.
Dari situ untuk Moms bisa bertemu dengan dokter anestesi, pasien harus dipersiapkan untuk puasa kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium untuk pre operasi.
"Setelah hasil laboratoriumnya ada, pasien datang ke dokter anestesi membawa surat pengantar dari dokter obgyn bahwa nanti akan dilakukan operasi dan ini hasil laboratoriumnya.
Nah dari situ dokter anestesinya nanti acc, baru nanti pasiennya boleh masuk ke ruang rawat.
Untuk prosedur setelah pasien itu dirawat, pasien diharapkan sebelum operasi setidaknya puasa dulu selama 6 jam paling tidak untuk mencegah pasien saat operasi nanti muntah," jelas dokter Ivanna.