Banjir Jawa Barat

Ribuan Pengungsi Banjir Sungai Citarum, Dijatahi Makanan Restoran Cepat Saji 

BNPB menyiapkan bantuan makanan cepat saji untuk ribuan korban luapan Sungai Citarum, Jawa Barat. Tanggul jebol perparah situasi.

Editor: Sutrisman Dinah
Antara
Banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi sejak Sabtu (20/02/2021) akibat Sungai Citarum meluap dan tanggul sungai jebol. 

SRIPOKU.COM --- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyiapkan distribusi bantuan untuk korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, Jawa Barat.

Doni menyebut, BNPB tengah menyiapkan logistik siap saji yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak banjir.

Hal itu disampaikan Doni Monardo usai meninjau bersama Menko PMK Prof Muhadjir Effendy dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum, Senin (22/02/2021).

"BNPB akan memastikan terutama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Prioritasnya adalah logistik yang siap saji," kata Doni.

Doni memastikan, pendistribusian logistik siap saji akan cepat dilakukan. "Logistik kita akan menghimpun yang pertama dari sekitar Halim ini, restoran dan juga kafe-kafe yang ada untuk kita minta mempercepat proses penyiapan logistik," kata Doni.

Dalam kesempatan itu, Doni mengimbau korban banjir untuk mencari helipad untuk bisa dievakuasi oleh petugas.

"Kemudian adalah evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan. Juga masyarakat yang lansia ibu hamil ini juga mungkin perlu mendapatkan prioritas untuk dilakukan langkah-langkah penanganan," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, sedikitnya 12.000 warga di tiga desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terpaksa mengungsi lantaran pemukiman terendam banjir.

Ketinggian banjir pun cukup parah mencapai 2,5 meter, akibat jebolnya tanggul penahan air di sekitar aliran Sungai Citarum.

"Ada 12.000 warga mengungsi dievakuasi langsung kemarin itu oleh petugas gabungan bersama relawan," kata Kepala Pelaksana BPBD Bekasi, Henri Lincoln.

Dikatakan, belasan ribu warga itu masih mengungsi disebabkan kawasan permukimannya masih tergenang banjir. Meskipun, ketinggian air sudah mulai menurun, dari 2,5 meter menjadi 1 meter.

"Masih pada mengungsi di sejumlah posko pengungsian," katanya.

Ada tiga desa terdampak banjir akibat luapan air Sungai Citarum, diperparah ada tanggul jebol di lokasi tersebut.

Tiga desa itu yakni Karangsegar. Tercatat banjir mencapai ketinggian 2 meter. Akibatnya 5.284 warga mengungsi. Kemudian 2.079 kepala keluarga terkena dampaknya.

Kedua, Desa Sumberurip yang diterjang banjir hingga ketinggian 2 meter. Daerah ini menjadi yang terparah dengan 12.000 kepala keluarga terdampak. Kemudian 5.000 orang terpaksa mengungsi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved