Banjir Jakarta
Gubernur DKI Anies Baswedan Klaim Banjir Mulai Surut, Empat Sungai Nomral
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kondisi banjir di Jakarta sejak Minggu siang, sudah mulai surut. Empat sungai kembali normal.
SRIPOKU.COM --- Banjir yang melanda ibukota Jakarta sejak Jumat lalu, sampai Minggu (21/02/2021) sejumlah permukiman warga masih terendam, namun banjir mulai surut.
Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui, banjir terparah kali ini menelan korban korban jiwa, diantaranya seorang lanjur usia dan empat lainnya anak-anak.
Di wilayah banjir paling parah di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, sebagian warga mulai kembali membersihkan rumah dan perabotan.
Gubernur Anies Baswedan mengatakan, debit air Sungai Ciliwung, Kali Krukut, Pesanggrahan dan Kali Sunter, mulai normal.
Baca juga: Gubernur Anies Baswedan: Lima Korban Tewas Akibat Banjir di Jakarta
Baca juga: Polisi Larangan Relawan Banjir Gunakan Atribut FPI, Munarman: Itu Kegiatan Kemanusiaan
Meski banjir mulai surut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG tetap mengimbau agar warga Jakarta dan sekitarnya tetap waspada .
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, hujan ekstrem dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi tiga hari ke depan, yakni pada Selasa 23 hingga 25 Februari 2021.
Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, mengatakan bahwa Pemprov DKI belum berhasil menata 13 sungai yang melintasi kota Jakarta, dan sungai tersebut memicu banjir di Ibu Kota.
Seperti dikutip Kompas.tv, Nirwono Yoga mengkritik tata drainase DKI Jakarta yang hanya berfungsi 30 persen dengan kemampuan penyaluran hujan lokal hingga 100 mili meter per hari.
Baca juga: Jakarta Masih Siaga-I Banjir, Gubernur Anies Baswedan Diimbau Jangan Lempar Kesalahan
Dari total 44 posko pengungsian yang didirikan di DKI Jakarta, hari ini (21/02) tersisa 10 pengungsian yang digunakan.
Antisipasi penularan covid-19 di pengungsian yang masih padat, diterapkan dengan bantuan masker, tes usap bagi warga prioritas, seperti ibu hamil, lansia dan mereka yang sakit.
Di bagian lain, Gubernur mengklaim sejak Minggu pagi kondisi banjir berangsur-angsur membaik.
Sampai Minggu siang, menurut Anies, posko pengungsian yang semula jumlahnya terdapat 44 titik, sampai sore ini tersisa 10 titik.
"Jadi Alhamdulillah per siang ini kondisi (banjir) jauh lebih terkendali, lokasi pengungsian sekarang tinggal 10 dari 44 kemarin," ucapnya saat ditemui wartawan di Pintu Air Manggarai, Minggu
Anies mengatakan, warga yang mengungsi juga sudah mulai bisa mengontrol rumahnya.
Dengan begitu sepuluh posko pengungsian yang ada, menurut Anies, hanya digunakan untuk tempat singgah.