Berita Lubuklinggau

Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau, Warga Berharap Mendadak Kaya dari Ganti Untung Lahan

Warga di Kota Lubuklinggau, berharap ganti untung lahan pembangunan Tol Lubuklinggau-Bengkulu dapat pergantian besar.

Editor: Yandi Triansyah
ISTIMEWA
Pengerjaan Tol Bengkulu-Lubuklinggau, diperkirakan tahun 2023 tol ini selesai dikerjakan 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Warga di Kota Lubuklinggau, berharap ganti untung lahan pembangunan Tol Lubuklinggau-Bengkulu dapat pergantian besar.

Sehingga masyarakat yang lahannya terkena dampak pembangunan bisa mensejahterakan mereka nantinya.

Seperti baru-baru ini heboh dirasakan warga di Tuban Jawa Timur yang mendadak kaya karena ganti untung.

Lurah Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Enceng Jumat mengatakan, saat ini
warga yang tekena pembangunan tol sangat berharap akan mendapat ganti rugi besar.

"Dengan ganti rugi itu masyarakat akan diuntungkan bahkan sangat berharap bisa mensejahterakan mereka (masyarakat)," ungkapnya pada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Harapan warga beberapa waktu lalu saat mendengar adanya pengerjaan lahan tol bisa diganti rugi dengan harga berlipat ganda bahkan mencapai ratusan juta.

"Dengan ganti rugi ini harapnnya mereka akan dapat lebih, mungkin selama ini satu hektare hanya Rp 50 juta, bisa menjadi ratusan juta, sejauh ini animo masyarakat sangat setuju, tinggal teknisnya nanti bagaimana dilapangan," ujarnya.

Enceng menyebutkan, sejauh ini baru 15 orang di wilayah Kelurahan Jukung yang melapor ke kantor kelurahan untuk meminta surat dokumen pengantar penerbitan sertifikat di BPN Lubuklinggau.

Hanya saja, sampai dengan saat ini pihak kelurahan masih menunggu, setelah mendapat sosialisasi tahap pertama dari pihak Hutama Karya (HK) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau belum ada tindak lanjut lagi.

"Dulu itu awal kita mendapat informasi lokasi lahan yang akan digunakan. Sampai saat ini kami selaku pihak kelurahan dan kecamatan belum ada konfirmasi lebih lanjut kapan pelaksanaan akan dimulai," ungkapnya.

Enceng mengatakan, sebagaimana biasanya apabila ada rencana pembebasan lahan, pihak kelurahan pasti ada pemberitahuan dari pihak kecamatan untuk meminta membantu memproses lahan yang akan digusur.

"Sekarang kami posisi menunggu, malahan kami dapat informasi dari media akan segera pembebasan lahan di tahun 2021 ini, tapi sebagai Lurah saya belum dapat informasi lebih lanjutnya," ujarnya.

Enceng mengungkapkan, untuk wilayah Jukung sebagaimana sosialisasi tahap awal akan dilalui tol sepanjang 7 Km dengan memakan lahan mencapai 70 hektare dari 12 Km tol yang masuk wilayah Lubuklinggau.

"Untuk titik lokasinya kami dapat peta lama, untuk terbaru belum ada, saat ini kami masih menunggu, karena dari pihak HK sempat melarang supaya tidak ada polemik, karena masih ada perubahan, karena saat itu masih dalam kajian dari HK," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved