Breaking News:

Video Ekslusif

Video Eksklusif : Rumah Baghi di Pelang Kenidai Kondisinya Terancam , Sudah ada yang Terjual

salah satu daya tarik yang ada di Desa tertua di Pagaralam tersebut masih banyak terdapat Rumah "Baghi" yang merupakan rumah khas Suku Besemah

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Desa Pelang Kenidai yang ada di Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam menjadi salah satu Desa yang ditetapkan menjadi Kampung Adat diajang Ajang Pesona Indonesia (API) 2020.

Terpilihnya desa Pelang Kenidai dalam ajang tersebut diniai dari masih banyaknya peninggalan adat nenek moyang yang dipertahankan oleh masyarakatnya. Mulai dari budaya sampai adat istiadat lama masih sangat dipertahankan oleh masyarakat Desa Pelang Kenidai tersebut.

Tidak hanya itu, salah satu daya tarik yang ada di Desa tertua di Pagaralam tersebut masih banyak terdapat Rumah "Baghi" yang merupakan rumah khas Suku Besemah. Rumah Baghi ini memang memiliki keunikan yang sangat khas. Dibagian depan rumah terdapat ukiran yang sangat indah dan memiliki ditel yang menjadi perhatian banyak peneliti.

Namun sayangnya hampir semua rumah Baghi yang ada di Desa Pelang Kenidai kondisinya sudah tidak ada yang masih asli 100 persen. Ada sekitar 30 rumah baghi yang ada di Desa Pelang Kenidai namun sudah direkondisi oleh pemiliknya karena sudah uzur atau berumur.

Salah satu warga setempat, Bujang (50) mengatakan, bahwa memang saah satu daya tarik wisata di Desa Pelang Kenidai ini yaitu keberadaan rumah Baghinya.

"Setiap wisatawan yang selama ini datang kesini selalu terpesano dengan keindahan ukiran rumah baghi yang sangat indah. Tidak hanya itu mereka juga melihat fungsi dari rumah baghi yang sudah sangat fungsional meskipun dibangun oleh orang zaman dulu," ujarnya.

Namun diakui Bujang, semua rumah baghi yang ada di Desa tersebut sudah tidak asli lagi. Banyak yang sudah direkondisi karena memang sudah termakan umur dan kurang terawat.

"Karena memang ukuran rumah baghi ini tidak terlalu besar jadi banyak pemiliknya yang sudah melakukan penambahan pembangunan dirumah tersebut mulai dari membangun bagian bawahnya sampai ada yang merubah bagian dalam rumah," jelasnya.

Parahnya lagi ada juga rumah Baghi ini yang dijual oleh pemiliknya dengan alasan ekonomi, kondisi ini membuat keberadaan rumah baghi di Desa Pelang Kenidai terancam jika tidak ada perhatian dari pemerintah.

"Sudah ada yang dijual ke Bali karena pemiliknya terpaksa menjualnya dengan asalan ekonomi. Juga sudah ada yang dibongkar dan dipindahkan ke desa lain karena pemiliknya juga pindah," ujar Amran (53) warga yang sama.

Warga setempat tidak bisa melarang pemilik rumah untuk pindah bahkan menjual rumah baghi tersebut, apalagi jika dengan alasan ekonomi.

"Harus sebagai peninggalan sejarah pemerintah harus bisa menjaga keberadaan rumah baghi ini dengan memberikan perhatian atau perawatan agar kondisinya bisa terus terjaga dan tetap menjadi daya tarik wisata. Jika tidak ada peran pemerintah maka bisa saja rumah baghi ini nanti terancam habis," tegasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved