Menyamar Berpakaian Wanita

Ketika Teroris Harus Menyamar Berpakaian Wanita Agar Bisa Tetap Tinggal Bersama Istrinya

Dicari atau jadi buruan pihak berwajib membuat seseorang harus  berpikir keras agar tidak cepat ditangkap.

Editor: Salman Rasyidin
shutterstock.com
ILUSTRASI Teroris. Seorang teroris menyamar menjadi wanita agar kecoh polisi dan bisa tetap tinggal bersama istrinya. 

SRIPOKU.COM—Dicari atau jadi buruan pihak berwajib membuat seseorang harus  berpikir keras agar tidak cepat ditangkap.

Salah satu yang dilakukan buronan dengan melakukan penyamaran karena tidak ingin berpisah dengan anggota keluarga.

Salah satunya dengan menggunakan menggunakan pakaian yang tidak lumrah digunakan.

Adalah Muhammad Abdi (41)  seperti dilansir  WARTAKOTALIVE.COM, yang menyebutkan telah divonis hakim terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

Ia dikenakan hukuman penjara selama 7 tahun.

Putusan pengadilan dengan nomor 1007/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Tim itu dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 6 Januari 2021.

Putusan tersebut juga telah ditayangkan di website Mahkamah Agung.

Dalam surat putusan juga telah tertuang bahwa Abdi merasa mengikuti kelompok Jamaah Islamiyah atau JI lebih banyak mudaratnya.

Tapi ada yang unik dalam kasus Abdi terkait bagaimana cara dia mengelabui polisi.

Abdi mengelabui polisi dengan cara mengenakan pakaian wanita agar bisa tetap tinggal serumah bersama istrinya.

Dengan cara itu, dia mengelabui para tetangganya selama kurang lebih 5 tahun dan mengecoh polisi selama beberapa tahun.

Abdi diketahui masuk daftar pencarian atau DPO polisi pada tahun 2010.

Sebelum masuk DPO, Abdi aktif melakukan berbagai perampokan di beberapa wilayah Sumatera Utara.

Dia pernah merampok sebuah warnet di Medan dan Bank BRI.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved