Breaking News:

Diduga Lahan Ex-beheersterrein 63 Ha Hilang & Rusak, Pemkab Muara Enim & PTBA Buat Tim Inventarisasi

Karena menjadi atensi Korsupgah KPK, Pemkab Muara Enim dan PTBA bentuk Tim Inventarisasi Lahan Ex-beheersterrein

Humas PTBA
Pemkab Muara Enim dan PTBA Bentuk Tim Inventarisasi Lahan ex-beheersterrein untuk melakukan  Pendataan dan Inventarisasi Aset Pemkab Muara Enim dan PT. Bukit Asam Tbk diatas lahan seluas 63 Ha ex-beheersterrein Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (11/2/2021). 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM --- Karena menjadi atensi Koordonasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemkab Muara Enim dan PTBA bentuk Tim Inventarisasi Lahan Ex-beheersterrein.

Hal ini untuk melakukan pendataan dan inventarisasi aset Pemkab Muara Enim dan PT. Bukit Asam Tbk diatas lahan Ex-beheersterrein seluas 63 Ha di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (11/2/2021).

Dari pengamatan dan informasi di lapangan, tim Inventarisasi Aset mendapati beberapa patok batas di lahan Ex-beheersterrein seluas 63 Ha di Tanjung Enim, hilang dan rusak.

Patok yang terbuat dari cor beton sepanjang 1,5 meter dan seberat 40 kg tersebut hilang dicabut dan dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Bahkan ada lokasi patok tersebut diatasnya telah berdiri bangunan dan pagar milik warga.

1,3 Juta Formasi CPNS Dibuka Tahun Ini Berikut Rinciannya Lengkap Dengan Syarat yang Harus Disiapkan

Kejagung Sita Ferrari F12 Berlinetta Milik Tersangka Asabri Heru Hidayat

Menurut Plt Sekda Muara Enim Emran Thabrani didampingi Camat Lawang Kidul Andre Martin bahwa sesuai arahan Korsupgah KPK, Pemkab Muara Enim berkoordinasi dengan PTBA melakukan langkah-langkah dalam rangka penyelesaian terhadap lahan Ex-beheersterrein yang menjadi perhatian Korsupgah KPK.

Adapun langkah-langkah yang sudah kita lakukan adalah membentuk tim inventarisasi dengan SK Bupati Muara Enim.

Setelah itu kita menyusun rencana aksi pertama kita adalah melakukan Pendataan dan Inventarisasi lahan dan bangunan yang berada diatas lahan seluas 63 Ha ex-beheersterrein tersebut.

Hasilnya akan dilaporkan ke Korsupgah KPK dan Kementrian BUMN untuk minta solusi bagaimana penyelesaian terhadap kondisi lahan ex-beheersterrein yang bertahun-tahun tidak kunjung tuntas.

"Hasilnya, kita akan langsung laporkan ke Korsugah KPK bagaimana solusi terbaik terhadap warga yang telah beranak pinak menempati lahan tersebut," jelasnya.

Sementara itu Manager Aset PTBA Ichsan, kegiatan ini merupakan atensi Korsupgah KPK, yakni untuk
mengukur kembali lahan 63 hektar ex-beheersterrein tersebut. Hasil inventarisasi ternyata banyak patok batasnya yang hilang dan rusak sehingga harus diganti kembali supaya batas tersebut jelas.

"Lahan ex-beheersterrein tersebut cukup luas berada di dua desa dan dua Kelurahan yakni Desa Tegal Rejo, Desa Lingga, Kelurahan Tanjung Enim dan Kelurahan Pasar Tanjung Enim," singkatnya.

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved