Breaking News:

News Video Sripo

Video Jalan Penghubung KEK tanjung Enim Ke Muara Enim Terhalang IUP Batubara

jalan sepanjang 54 km ini, melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) beberapa perusahaan tambang batubara yang sedang beroperasi...

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM,---Rencana Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan mewujudkan pembangunan jalan lingkar luar kota Muara Enim untuk mendukung akses penghubung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Enim ke jalan tol Muara Enim, sedikit terkendala. Pasalnya
jalan sepanjang 54 km ini, melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) beberapa perusahaan tambang batubara yang sedang beroperasi...

Hal ini terungkap dalam rapat Koordinasi pembahasan trase jalan lingkar Luar Kota Muara Enim yang digelar di ruang rapat Serasan Sekundang dipimpin oleh Asisten II, Riswandar SH MH, Rabu (10/2/2021).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim, Hermin Eko Purwanto, mengatakan bahwa sesuai rencana pembangunan proyek jalan ini telah dikaji dan disusun dokumen study kelayakan di tahun 2018 lalu.

Kemudian dilanjutkan penyusunan DED pembangunan jalan lingkar luar kota Muara Enim ditahun 2019. Pada tahun 2020, sudah mulai penyiapan lahan dan tahun 2021 sudah mulai dilakukan pekerjaan fisiknya. Usulan pembangunan jalan lingkar luar kota Muara Enim menjadi prioritas pembangunan Provinsi Sumsel sepanjang 30 KM yang menghubungkan kawasan KEK Tanjung Enim ke Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Bengkulu. Jalan tersebut

Namun kenyataan dilapangan, proyek jalan lingkar tersebut mengalami hambatan dan kendala yakni dalam hal pengadaan tanah untuk jalan lingkar sepanjang 54,05 km yang mana sepanjang
34,05 km berada didalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara dan 20 km diluar IUP Batubara dengan menelan dana sekitar Rp 1,2 Triliun. Sedangkan yang telah dibebaskan oleh Pemkab Muara Enim baru sepanjang 8,9 Km.

"Ini proyek strategis nasional, maka seharusnya semua pihak mendukungnya," harap Eko panggilan akrab Kadis PUPR Muarq Enim ini.

Kedepan, lanjut Eko, demi segera terealisasinya pembangunan jalan, tersebut pamerintah Kabupaten Muara Enim akan terus mengejar kesepakatan bersama rencana trase pembangunan jalan lingkar luar kota Muara Enim dengan perusahaan pemegang IUP batubara. Mengingat rencana pembebasan tanah ini untuk kepentingan publik sehingga membutuhkan peran serta perusahaan pemegang IUP pertambangan.
Sementara itu menurut perwakilan empat perusahaan tambang batubara yakni Agung dari PT Duta Bara, Ranto PT Manambang Muara Enim Energi, PT Siriwijaya Bara Priharum, Ferry Fahri PT Bukit Asam, pada intinya mendukung proyek tersebut namun meminta waktu untuk melaporkan ke pimpinan dan mencari solusi terbaik sehingga proyek jalan lingkar Muara Enim tetap berjalan dan usaha penambangan juga tidak terganggu.
"Kami minta waktu sekitar tiga minggu dari sekarang," pinta perwakilan beberapa perusahaan tambang batubara tersebut.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved