Breaking News

Mobilitas Masyarakat Tinggi, Hanya Empat Persen Masyarakat Sumsel yang Tinggal di Rumah 

Berdasarkan data dari Google Mobility Index hingga 31 Januari lalu, jumlah masyarakat Sumsel yang berdiam di rumah hanya empat persen saja.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Antrean pengunjung di salah satu mal di Palembang, Minggu (7/2/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berdasarkan data dari Google Mobility Index hingga 31 Januari lalu, jumlah masyarakat Sumsel yang berdiam di rumah hanya empat persen saja.

Sementara itu, 12 persen orang berada di tempat kerja, retail dan rekreasi 19 persen, taman 8 persen dan pusat transportasi umum 41 persen. 

Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, mengatakan saat ini mobilitas masyarakat di luar rumah cenderung meningkat.

Kwik Kian Gie Sempat Ketakutan Dicerca Dan Dicaci Buzzer,Ikuti Cara Rocky Gerung Hadapi Para Hatter

"Tren penambahan kasus konfirmasi mingguan pun masih fluktuatif. Belum ada tanda melandai," kata Iche, Minggu (7/2/2021).

Iche menyebutkan, terjadi peningkatan kasus konfirmasi positif mingguan sejak Desember 2020.

Meskipun di satu sisi mulai terjadi penurunan saat memasuki pekan pertama dan kedua Januari 2021.

Namun, kasus kembali meningkat kembali memasuki pekan ketiga dan keempat Januari 2021 lalu. 

Berdasarkan data harian, hingga Sabtu, 6 Februari 2021, terdapat 58 kasus baru sehingga total kasus korona di Sumsel menjadi 14.653.

Resedivis Burung Walet di Muba Beraksi Lagi, Aksinya Kepergok Korban Saat Rusak Dinding

"Ini kalau pelaksanaan protokol kesehatan tidak diawasi dengan baik tentu risiko penularan makin tinggi," ujarnya. 

Upaya pngendalian kasus Covid-19 pun harus didukung berbagai pihak termasuk aparat kemanan.

Pengawasan dan penjagaan di fasilitas publik pun menjadi salah satu prasyarat agar kerumunan massa tidak terjadi dan mengakibatkan kasus terus bertambah. 

"Saya khawatir beberapa tempat akan loyal dengan pengunjung yang melanggar protokol kesehatan," tambah dia. 

Menurut Iche, kehadiran vaksin membuat sebagian pihak menjadi gembira berlebihan (euforia) dalam penanganan pandemi.

Terlebih, hal ini pun membuat masyarakat lebih kendur menjalankan protokol kesehatan.

Koramil dan Polsek Semende Intensifkan Pengawasan Protokol Kesehatan Khususnya Pusat Keramaian

"Pandangan ketika sudah divaksin sudah aman tentu juga akan menambah abai dengan prokes.

Kita semua harus menyikapi vaksinasi ini dengan bijak," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved