Mengenang Tragedi Munich 1958, Kecelakaan Pesawat Tewaskan 8 Pemain, Hari Kelabu Bagi Man United
Pada hari mengenaskan itu, pesawat yang ditumpangi para pemain dan staff, serta beberapa suporter dan jurnalis jatuh di Munich, Jerman.
SRIPOKU.COM -- Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer meletakkan karangan bunga sebelum melakoni laga kontra Everton, Minggu (7/1/2021) dini hari WIB.
Ia menjalani tradisi untuk mengenang kecelakaan pesawat yang merenggut para pemain Man United, pada tahun 1958.
Tepatnya pada 6 Februari 1958 lalu, menjadi hari paling menyedihkan bagi Setan Merah, julukan Manchester United.
Pada hari mengenaskan itu, pesawat yang ditumpangi para pemain dan staff, serta beberapa suporter dan jurnalis jatuh di Munich, Jerman.
Korban jiwa pun tak terelakkan lagi, termasuk para pemain.
• Jauh-jauh Pilih Tinggal di Amerika, Sarah Azhari Mendadak Bagikan Kabar Buruk: Cemas Sekaligus Sedih
• Ternyata tak Rutin, Rahasia Kevin Sanjaya Jadi No 1 Dunia, Duet Marcus Fernaldi Ungkap Kesehariannya
Peristiwa memilukan dalam sejarah sepak bola dan dunia penerbangan itu kemudian dikenal dengan sebutan " Tragedi Munich 1958".
Semua itu berawal dari suka cita Man United yang baru saja lolos ke semifinal Piala Eropa, yang saat ini bernama Liga Champions.
The Busby Babes - julukan Man United kala itu - melaju setelah menang 5-4 secara agregat atas Red Star Belgrade.
Pada leg pertama, Man United unggul 2-1 atas Red Star Belgrade, sedangkan pada peremuan kedua, bermain imbang 3-3.
Hasil itu membuat Man United mencetak sejarah sebagai klub Inggris pertama yang mampu menembus semifinal kompetisi antar klub Eropa.
• Para Janda Ngaku Jijik Dikirim Video Nakal Pria Ngawi, Video Syur Janda & 2 Anak SMP Sengaja Direkam
• Teror KKB Papua, Pemkab Intan Jaya Sosong, Sudah 2 Bulan tak Ada yang Berani Ngantor
Setelah memastikan satu tempat di semifinal Piala Eropa, skuad Man United berencana pulang ke Inggris.
Mereka menggunakan pesawat Airspeed Ambassador besutan British European Airways sebagai alat transportasi.
Penerbangan yang jauh, dari Beograd, Yugoslavia (saat ini Serbia) ke Manchester, Inggris, membuat pesawat harus transit di Bandara Munich-Riem, Jerman untuk mengisi bahan bakar.
Tidak ada yang menyangka, pemberhentian sementara di Jerman itu menjadi awal "Tragedi Munich 1958".
Melansir History, kondisi Kota Munich saat itu baru saja dilanda badai salju dan tidak ideal untuk terbang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pelatih-manchester-united-ole-gunnar-solskjaer3.jpg)