Marzuki Alie Bongkar Sosok yang Fitnah Dirinya Terlibat Kudeta Demokrat, 'Dulu Ingat Ngak Dibantuin'
Politisi senior Partai Demokrat, marzuki Alie membongkar, sosok yang menyebut dirinya di balik kudeta partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono tersebut
SRIPOKU.COM - Politisi senior Partai Demokrat, marzuki Alie membongkar, sosok yang menyebut dirinya di balik kudeta partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono tersebut.
Mantan Ketua DPR RI Periode 2009-2014 ini menyebut nama Syarief Hasan yang memfitnah dirinya.
"Aku enggak ada sama sekali. Biarin aja yang memfitnah itu Syarief kan."
"Syarief ini hidupnya karena memfitnah dia enggak tahu diri loh, dulu ingat enggak pernah dibantuin Pak Marzuki beberapa kali. Ingat gak?" kata Marzuki, dilansir dari Tribunnews.com.
Politisi asal Sumsel ini pun tak menerima dengan tuduhan ia jadi bagian kelompok kudeta Partai Demokrat.
Marzuki Alie bahkan mengaku, dirinya telah mengirimkan pesan WhatsApp ke pendiri dan mantan Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam pesan WhatsApp tersebut, Marzuki Alie meminta SBY untuk dibuktikan jika ia benar menjadi bagian kelompok kudeta Partai Demokrat.
"Saya sudah WA (WhatsApp) ke Pak SBY, saya minta tolong dibuktikan. Kalau tidak bisa buktikan, saya minta dia disanksi sesuai AD/ART partai," ujar Marzuki saat dihubungi, Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Bahkan, Marzuki menantang Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk mundur dari jabatannya jika dirinya tak bisa membuktikan tuduhan tersebut.
"Kalau AHY nuduh saya tidak bisa buktikan, dia mundur dari Ketua Umum, kalau dia nyebut nama saya," ucap Marzuki.
"Pak Syarief Hasan itu nyebut nama saya, buktikan, kalau saya tidak terlibat, mundur dia dari Demokrat," sambung Marzuki.
Moeldoko Angkat Bicara
Tak hanya Marzuki Alie, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun juga ikut angkat bicara terkait dengan tuduhan ia menjadi bagian kelompok kudeta Partai Demokrat.
Moeldoko meminta Partai Demokrat untuk tidak dengan mudah menuding Istana terlibat dalam kejadian ini.
Ia juga mengingatkan agar Demokrat tak mengganggu Presiden Joko Widodo.
"Jangan sedikit-sedikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan, sekali lagi jangan sedikit-sedikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," kata Moeldoko, masih dikutip dari Kompas.com.
"Berikutnya kalau ada istilah kudeta itu ya kudeta itu dari dalam, masa kudeta dari luar," imbuh dia.
Ia menduga, isu kudeta di Partai Demokrat berawal dari foto-foto saat ia menerima sejumlah tamu.
Moeldoko mengaku, dirinya kerap menerima tamu.
Namun, ia tak menyebutkan secara detail tamu yang ia maksud.
Meskipun begitu, ia hanya menyebut bahwa tamu itu datang berbondong dan membicarakan banyak hal, terutama situasi terkini.
"Saya sih sebetulnya prihatin melihat situasi itu, karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat, begitu. Terus muncul isu itu," ucapnya.
"Mungkin dasarnya foto-foto, ya ada dari orang Indonesia Timur, dari mana-mana kan pengin foto sama saya, ya saya terima saja, apa susahnya," kata Moeldoko.
Baca juga: Istri Dibakar Suami Hidup-hidup hingga Nyaris Tewas, Korban Dijambak dan Diseret dari Kamar Tidur
Baca juga: Marzuki Alie ke AHY, Bongkar Nama-nama yang Terlibat Kudeta, Jika tak Terbukti Mundur
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Marzuki Alie Tak Terima Dituduh jadi Bagian Kelompok Kudeta Partai Demokrat: Enggak Tahu Diri,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ketua-dpr-marzuki-alie-56767_20150424_164812.jpg)