Puisi 'Bunga Randu Alas' Karya Sapardi.Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu penyair romantis Tanah Ai, Indonesia. Banyak puisi-puisi romantisnya yan mampu menyentuh hati masyarakat.
SRIPOKU.COM, JATENG - Siapa tak kenal dengan Prof Dr Sapardi Djoko Damono.
Semua orang pasti sudah mengenalnya.
Beliau adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka.
Ia kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD.
Dia adalah putra pertama pasangan Sadyoko dan Saparian
Sapardi Djoko Damono, merupakan salah satu penyair romantis Indonesia.
Banyak puisi-puisi romantisnya mampu menyentuh hati masyarakat.
Di usianya yang senja, ia masih tetap produktif melahirkan puisi-puisi.
Berikut salah satu puisinya yang berjudul 'Bunga Randu Alas':
Bunga Randu Alas
Bunga randu alas itu telah merekah, dan angin
kemarau yang malam hari suka jadi sejuk sering lewat di
sana.
“Kenapa selalu terbayang bara sisa ketika kutatap
bunga itu,” kata angin yang diam-diam terlanjur telah
mencintanya.
“Kenapa bukan warna subuh, atau
setidaknya batu delima, atau apa saja asal bukan bara sisa”
Pohon randu alas itu menjulang di kuburan samping
rumah kami; setiap kemarau bunga-bunganya yang
merah suka melengking, bahkan sampai larut malam.
Angin, yang sering terjepit di antara batang bambu, telah
jatuh cinta padanya – hanya Tuhan yang tahu kenapa
jadi begitu.
Angin itu jugalah yang bersijingkat mengantar
lengking bunga itu sampai ke sudut-sudut paling jauh
dalam tidur nyenyakku. Dalam lengking bunga itulah
tersirat lirih suaranya sendiri, “Mengapa bara sisa yang
terbayang, dan bukan kobaran api?”
https://jateng.tribunnews.com/2021/01/31/puisi-bunga-randu-alas-sapardi-djoko-damono
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sapardi1jpg.jpg)