Bencana Covid 19

Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia, Lampaui India

Kecenderungan pertambahan kasus positif virus corona di Tanah Air semakin memburuk, jumlah kasus aktif sudah melampaui India.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Ilustrasi: Pemakaman korban Covid-19 

SRIPOKU.COM --- Kasus positif Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren buruk. Selama Januari 2021, kurva penambahan kasus corona harian terus meningkat, rata-rata di atas 10 ribu kasus per hari.

Data pertambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada 26 Januari 2021, sudah melampaui angka 1 juta kasus. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara dengan 1 juta kasus, dan ketiga di Asia setelah India dan Iran.

Tak hanya kasus terkonfirmasi positif, kasus aktif Covid-19 di Indonesia tercatat menjadi yang tertinggi di Asia. Sebelumnya, kasus aktif tertinggi terjadi di India, dan kini justru mulai menunjukkan penurunan laju penularan Covid-19.

Kasus aktif adalah mereka yang masih dinyatakan positif corona, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia Worldometer hari Minggu lalu, kasus aktif di Indonesia kini berjumlah 175.095 setelah bertambah 12.000 lebih kasus baru pada hari itu.

Baca juga: Targetkan 2 Pekan Ini Kasus Covid-19 Turun, Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Markas TNI Angkatan Udara

Baca juga: Bupati Muratara Syarif Hidayat Tidak Divaksin Covid-19, Terhalang Faktor Usia, Berikut Penjelasannya

Dengan 175.095 kasus itu, Indonesia menjadi negara Asia dengan kasus aktif terbanyak. Sementara India dengan total kasus positif corona mencapai 10,7 juta orang, kasus aktifnya berjumlah 170.203 orang.

Indonesia menjadi negara ke-15 dengan kasus aktif terbanyak di dunia, sedangkan India satu tingkat di bawahnya yakni ke-16.

Negara dengan kasus aktif tertinggi lainnya di Asia adalah Iran dengan 150.949 kasus dari 1.411.731 kasus keseluruhan. Kemudian, diikuti Libanon memiliki 117.410 kasus aktif dengan total kasus 298.913. Negara kelima di Asia dengan kasus aktif terbanyak adalah Turki yang saat ini memiliki 89.627 kasus aktif.

Sebelum dilewati Indonesia, kasus aktif di India sempat menembus 1 juta orang pada pertengahan September 2020. Namun, perlahan kurvanya mulai menunjukkan penurunan, dan terus menurun hingga akhir Januari.

India dengan penduduk lebih dari 1 miliar jiwa, kini mencatatkan kasus aktif terendah sejak Juni 2020. Berbanding terbalik dengan Indonesia, yang menunjukkan tren terus meningkat sejak November 2020 hingga Januari 2021.

Baca juga: Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna Positif Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin

Penambahan kasus harian Covid-19 Indonesia pada hari Minggu kemarin, lebih tinggi dibandingkan India. Di saat Indonesia menambah 12.001 kasus positif dalam sehari, kasus di India bertambah 11.528 orang.

Di bawah Indonesia dan India, dua negara Asia lain yang mencatatkan kasus aktif COVID-19 terbanyak adalah Iran (149.989 kasus) dan Lebanon (117.093 kasus).

Kasus aktif Covid-19 ini terjadi seiring dengan banyaknya jumlah testing yang dilakukan. India dengan populasi 1,3 miliar penduduk sudah mampu melakukan testing terhadap 196,5 juta penduduk.

Sedangkan Indonesia, dengan populasi 275 juta penduduk atau dengan penduduk sekitar seperlima lebih sedikit dari India, baru mampu melakukan total 9,2 juta testing.

Kemudian sama seperti Indonesia, India telah memulai program vaksinasi pada 16 Januari 2021, yang menyasar kelompok prioritas tenaga kesehatan.

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia mulai Januari 2021 bukan disebabkan masuknya varian baru virus corona, tapi lebih disebabkan karena perilaku manusia.

"Sama waktu (muncul varian) D641G itu, sempat ada kenaikan kasus lalu disimpulkan bukan itu penyebabnya, melainkan karena adanya pergerakan manusia," tutur Amin.

Pada masa liburan akhir tahun 2020, pergerakan manusia meningkat. Banyak warga yang menghabiskan waktu dengan berlibur ke luar daerah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, kebijakan untuk membatasi pergerakan manusia seharusnya sudah diambil sebelum musim liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Berdasarkan data yang ia miliki usai libur panjang, biasanya diikuti lonjakan kasus baru berkisar 30-40 persen.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah terus berusaha untuk menekanan angka kasus aktif serta menghentikan penyebaran virus Corona. Termasuk, dengan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang di lakukan di Pulau Jawa dan Bali.

"Pemerintah berusah optimis dengan berbagai kebijakan yang sedang dilakukan termasuk pembatasan kegiatan di Pulau Jawa Bali," kata Wiku saat dihubungi Tribunnews di Jakarta, Senin (01/02/2021).

Menurut Wiku, pembatasan kegiatan di Jawa-Bali merupakan langkah pemerintah menekan kasus Covid-19 karena kedua pulau tersebut sebagai kontributor kasus aktif terbesar nasional.****

Penulis: tribun network/rin/dit/yud/dod)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved