Mendagri Ungkap Bahaya Efek Pingpong Covid-19, Minta Kepala Daerah Siapkan Desain Distribus Vaksin
"Pada pelaksanaan nantinya saya berharap vaksinasi bisa dilakukan cepat dan aman terutama kesiapan infrastruktur vaksinasi," tutur Tito.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Vaksin merupakan harapan terakhir agar terbebas dari Covid-19, maka itu mendagri Tito Karnavian menilai yang perlu dibangun ada kekebalan kelompok.
Dalam artian vaksin harus digelar secara cepat dan serentak, sehingga terbangun kekebalan kelompok ( herd immunity) di dalam masyarakat.
Sebab, selama ini vaksin yang dilakukan masih bersifat perorangan, sementara jika dilakukan dalam rentang waktu terlalu lama akan kurang baik bagi dan berefek pingpong Covid-19.
Artinya, jika vaksin hanya untuk kekebalan perorangan tanpa diikuti dengan herd immunity, maka akan kurang baik.
"Karena karena prinsip herd immunity adalah dua pertiga dari populasi harus memiliki antibodi pada waktu periode yang sama," kata Tito.
Sebab efek pingpong Covid-19 justru harus diwaspadai, karena bisa terjadi antardaerah yang mana ketika kondisi kasus di satu daerah sudah turun, bisa kembali naik akibat penularan kembali terjadi.
Maka itu berikut ini beberpa fakta di mana mendagri Ungkap Efek Pingpong Covid-19, Jika Vaksin Tak Perhatikan Kekebalan Kelompok:
1. Gelombang Penerima vaksin harus serempak
Maka itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian khawatir dengan adanya efek pingpong Covid-19, jika rentang waktu pelaksanaan vaksinasi terlalu lama.
Sebab, program vaksinasi Covid-19 secara nasional memakan biaya dan energi yang besar. Namun waktu pelaksanaannya harus diperhitungkan dengan tepat.
Sebab, jika pelaksanaan vaksin terlalu lama, dikhawatirkan menimbulkan efek pingpong. Hal ini dikarenakan akibat dari rentang waktu yang tidak serempak antar gelombang penerima vaksin.
"Sedangkan biaya yang kita keluarkan dengan segala energi yang dikeluarkan juga sudah sedemikian besar dan masif,” ," ujar Tito sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemendagri, Sabtu (30/1/2021).
2. Efek di Daerah
Menurut Tito, adapun efek pingpong Covid-19 bisa terjadi antardaerah yang mana ketika kondisi kasus di satu daerah sudah turun, bisa kembali naik akibat penularan kembali terjadi.
Selain karena mobilitas masyarakat, kondisi ini juga disebabkan kekebalan komunitas yang belum terbentuk secara optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/menteri-dalam-negeri-mendagri-muhammad-tito-karnavian-2.jpg)