Kisah Pohon Kurma Menangis Histeris, Bikin Gempar Warga Madinah, Ternyata Rindu Sentuhan Rasulullah
Kemuliaan dan keagungan Baginda Rasulullah SAW bukan hanya pada diri beliau saja. Akan tetapi kemuliaan
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Mendengarnya, Rasulullah pun turun dari mimbar menunda khutbahnya.
Sang Nabiyullah kemudian mendekati sebuah pohon kurma.
Beliau mengelusnya, kemudian memeluknya.
Maka, berhentilah suara tangisan itu.
Ternyata, si pohon kurma itulah yang menangis.
Hampir saja pohon itu terbelah karena jerit tangisnya.
Sejak Masjid Nabawi berdiri, pohon kurma itu telah di sana.
Tak hanya menjadi tonggak, pohon kurma tersebut selalu menjadi sandaran setiap kali memberikan khutbah.
Pohon kurma ini selalu menanti hari Jumat karena pada hari itu ia akan mendampingi Nabi memberikan nasihat kepada kaum Muslimin.
Baca juga: Kontroversi Kartun Nabi Muhammad, PBB Desak Pemimpin Dunia Miliki “Rasa Saling Menghormati”
Sejak Jumat pertama masjid berdiri, ia selalu setia dan bahagia menemani Nabi Muhammad.
Hingga hari Jumat itulah ia menangis.
Beberapa hari sebelum Jumat yang pilu bagi si pohon, seorang wanita tua Anshar mendatangi Rasulullah.
Ia memiliki putra seorang tukang kayu dan ia menawarkan sebuah mimbar untuk Rasul.
Kemudian keesokan harinya.
Hari selanjutnya datang seseorang yang ingin memberikan hadiah kepada Baginda Rasulullah SAW bersama hadiah yang dijanjikan ingin diberikan kepada Baginda Rasulullah SAW.