Harga Cabai di Linggau Sedang Tinggi, Kepala Dinas Industri & Perdagangan Berbagi Tips Sederhana Ini

Harga cabai rawit merah atau biasa disebut cabai setan di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) akhir-akhir ini meroket tajam.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Seorang pedagang cabai di Pasar Bukit Sulap Lubuklinggau.  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Harga cabai rawit merah atau biasa disebut cabai setan di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) akhir-akhir ini meroket tajam.

Harga cabai rawit jenis saat ini di sejumlah pasar tradisional Lubuklinggau menembus harga Rp 100 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Lubuklinggau, Surya Darma, meminta masyarakat Lubuklinggau untuk mengurangi konsumsi makan cabai.

Baca juga: Daftar Harga Kopi di Pagaralam, Rabu 27 Januari 2021, Makin Kering Kopi, Harga Makin Tinggi

"Kalau cabai tinggi kami imbau masyarakat kurangi dulu makan cabai," ungkapnya saat dibincangi wartawan, Rabu (27/1/2021).

Ia menyebutkan, asal cabai yang dijual di Lubuklinggau saat ini rata-rata dari Curup, provinsi Bengkulu, dan sejauh ini di Lubuklinggau belum terlalu bergejolak hingga sampai-sampai warga ngeluh.

"Seperti contoh harga daging sapi sampai-sampai nasional kemarin, termasuk bila harga daging sapi naik, konsumsi dulu, ayam ikan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Disdagrin Lubuklinggau setiap hari melakukan pemantauan harga-harga di seluruh pasar di Lubuklinggau dan untuk mengupdate harga-harga.

"Hasilnya sampai sejauh ini tidak ada kenaikan yang signifikan, hampir rata-rata sama saja dengan sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Kumpulan Istilah Bahasa Gaul yang Sering Dipakai Tapi Jarang Diketahui Artinya, dari OOT hingga AKA

Menurutnya, kenaikan barang merupakan saat ini fluktuasi harga, seperti contohnya kebutuhan pokok utama beras, bila terus mengalami kenaikan berminggu-minggu maka Disdagrin akan melakukan intervensi pasar.

"Termasuk juga minyak bila goreng naik, pasti ada operasi pasar, sekarang  kan disamping daya beli masyarakat menurun karena Covid-19 harga juga naik," ungkapnya.

Sementara di tempat lainnya seperti di Jawa contohnya, harga telur di Jawa hanya Rp. 20 ribu perkarpet, bahkan sampai dibuang-buang, Sedangkan di Lubuklinggau sekarang harga telur tembus Rp. 45 ribu.

"Kita di Linggau tidak pernah sampai sejauh ini, artinya apa ada harga komoditas itu turun dan malah ditempat lain justeru naik dua kali lipat," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved