Progres Pekerjaan Tol Palembang-Betung Baru 20 Persen, Target Operasional Tahun 2023
Jalan tol ruas Palembang-Betung itu bakal tersambung dari Kayu Agung hingga ke Betung Banyuasin
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Betung terus dikebut pembangunannya.
Hingga saat ini jalan tol yang memiliki panjang 70 kilometer tersebut baru memasuki progres 20 persen pekerjaan.
PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) selaku pengelola jalan tol Kapalbetung, menargetkan jalan tol ruas Palembang-Betung itu bakal tersambung dari Kayu Agung hingga ke Betung Banyuasin pada tahun 2023 mendatang.
Deputy Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung PT Waskita Sriwijaya Tol, Yusuf Ar Rosadi mengatakan sedikit lembannya pekerjaan fisik tol Palembang-Betung tersebut lantaran masih terkendala pembebasan lahan.
Khusus areal dari Pangkalan Balai hingga Betung pembebasan lahan masih belum sama sekali bebas.
Ditargetkan, pembebasan lahan akan rampung pada tahun ini.
"Pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini, sehingga pada tahun 2022 sudah bisa jalan semua pekerjaan fisik dan bisa rampung pada tahun 2023," ujar Yusuf Ar Rosadi, Selasa (26/1/2021).
Dijelaskannya, jalan tol Palembang-Betung terbagi ke dalam enam seksi yakni seksi jembatan (Keramasan dan Musi), seksi 2, 2A, 3 dan seksi 3B.
Dari total enam seksi, seksi jembatan telah menunjukkan progres pekerjaan 40 persen dan penimbunan dari STA 52 sampai STA 67 di seksi 2.
Sementara seksi yang lainnya dilaksanakan secara paralel.
Menurutnya, pembangunan fisik jalan tol di ruas Palembang-Betung cenderung lebih ringan dibandingkan Kayu Agung-Palembang yang memiliki kontur tanah rawa.
Untuk tol Palembang-Betung kendala yang dihadapi hanya terjadi pada pembebasan lahan.
"Kontur tanah Palembang-Betung ini berbukit, jadi sistem vakum hanya dilakukan di lahan rawa di antara Jembatan Keramasan Musi," tegas Yusuf.
Ia menambahkan, untuk tol Kayu Agung-Palembang secara keseluruhan jalan bebas hambatan yang memiliki panjang 33,5 kilometer itu telah rampung 100 persen.
Exit tol temporary di Desa Pedu Jakabaring pun sudah mulai ditutup mulai, Selasa (26/1/2021).
Para pengendara bakal diarahkan melintas lewat exit tol Keramasan.
"Kalau sudah tersambung, Palembang ke Betung hanya setengah jam. Kalau selama ini kan bisa sampai 4 jam apalagi kalau macet," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-saat-meresmikan-tol-kayu-agung-palembang.jpg)