Pendaki Gunung
CATATAN: Nirmal Purja Gapai Puncak Gunung “Paling Mematikan” K2 Tanpa Tabung Oksigen
Tim ekspedisi dari Nepal mencatat sejarah pertama pendakian di musim dingin mencapai puncak K2, Pegunungan Karakorum (8.611 mdpl).
Penulis: Sutrisman Dinah | Editor: Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM – Nirmal “Nims” Purja (38) mencatatkan diri dalam sejarah pendaki gunung professional kelas dunia. Dalam rentang waktu enam bulan, ia menyelesaikan pendakian 14 puncak gunung di atas 8.000 meter dari permukaan laut (mdpl).
Pekan lalu, 16 Januari 2021 bersama tim pendaki dari Nepal berjumlah 10 orang, menjadi tim pertama yang mampu mengapai K2 (Pegunungan Karakorum) dilakukan di musim dingin. K2 merupakan puncak pegunungan yang berada di perbatasan Pakistan dan China, dan puncak kedua tertinggi setelah Mount Everest (8.848 mdpl) di Nepal-India-China.
Nirmal Purja bersama para pendaki yang berprofesi sebagai Sherpa (pemandu pendaki professional) yang memimpin ekspedisi, bukan hanya menyelesaikan kecepatan 14 puncak di atas 4.000, tetapi Nims Purja mencapai puncak K2 tanpa menggunakan tabung oksigen.
Proyek pendakian 14 puncak dunia dalam rentang waktu enam bulan yang dinamakan “Project Possible” dilakukan pada musim dingin. K2 walaupun merupakan puncak tertinggi ke-2, tetapi secara teknis tingkat kesulitan diatas Mount Everest.
Tingkat kesulitan itu tentu saja menjadi lebih tinggi, dibandingkan musim pendakian di musim panas yakni bulan Mei dan Oktober.
Dari rangkaian rekor dunia ini, melalui akun facebook @Nirmal Purja, 6 Januari 2021, menulis: “Mendaki (puncak) K2 pada musim dingin, bukan dimaksudkan untuk mememcahkan rekor dunia, ini merupakan pencapai sebagai anggota (pasukan) Gurkha, untuk semua saudara saya Sherpa di atas (Pegunungan Himalaya), dan untuk dunia;
Hal ini tentang pencapaian sesuatu yang luar biasa, dengan membentuk pikiran kita untuk mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama tim”.
Kemudian, Nims Purja melanjutkan,
“Dasar pemikiran dari proyek ini, dimaksudkan untuk menegaskan betapa pentingnya menjaga planet bumi, rumah kita; Perubahan iklim dan (isu) pemanasan global itu nyata. Kuncinya adalah keberlasungan, sustainability, menjadi kewajiban kita sebagai manusia. Tak perlu takut menyuarakannya; tetapi yang lebih penting adalah tindakan nyata.”
Pemikiran itu pula tampaknya yang mendasari tim pendaki Nepal yang dipimpinnya ini, untuk mendaki K2 di musim dingin. Puncak tertinggi Pegunungan Karakorum ini digelari sebagai “puncak paling mematikan”. Bahkan sebelum tim ini bergerak menuju puncak, pendaki asal Spanyol, meninggal dunia di ketinggian 6.000 mdpl, titik ketinggia masih di Base Camp 6.700 mdpl.
Tim ini mencapai puncaknya pada Sabtu, 16 Januari 2021. "Yang tidak mungkin menjadi mungkin!" kata Nirmal Purja. "Sejarah dibuat untuk umat manusia, Sejarah untuk Nepal!"
Untuk mewujudkan proyek ekspedisi ini, membutuhkan usaha keras dan menghadapi berbagai kesulitan. Bukan saja persiapan teknis anggota tim, tetapi menyangkut persiapan logistik dan pendanaan.
Seperti dikutip The Guardian, tim membutuhkan perjuangan untuk mengurus perizinan, terutama dengan otoritas pemerintahan China.
Dari seluruh tim yang sebagian besar berprofesi sebagai Sherpa, pemandu professional Himalaya, yang berdarah gunung karena lahir di ketinggian Pegunungan Himalaya. Tidak demikian dengan Nirmal, ia dilahirkan di daerah dataran rendah.
Nims Purja bukan “orang gunung”, setelah selepas remaja ia bergabung dengan pasukan Gurkha, nama pasukan yang terkenal sebagai pasukan bayaran dan bekerja di sejumlah Negara di Eropa. Nirmal Purja pun, bergabung dengan pasukan khusus angkatan laut Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nims-purja1.jpg)