BMKG : Sumsel Dikepung Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Waspadai Petir dan Puting Beliung
wilayah Sumsel tengah memasuki puncak musim hujan. Curah hujan tinggi ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi hujan deras disertai angin kencang akan menerpa Provinsi Sumatera Selatan selama tiga hari ke depan.
BMKG mengungkapkan fenomena hujan deras ini terjadi secara merata di kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya.
Kepala BMKG SMB II Palembang, Desindra Dedi Kurniawan menjelaskan saat ini wilayah Sumsel tengah memasuki puncak musim hujan. Curah hujan tinggi ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang.
Tingginya curah hujan yang terjadi di Sumsel lantaran pengaruh regional MJO (Madane Julian Osilation) atau fenoma merambatnya gelombang atmosfer dari Samudera Hindia sampai Samudera Pasifik ke arah timuran dan terjadi konvergensi belokan angin.
"Hujan deras yang terjadi ini hampir merata ke seluruh Sumsel. Diprediksi masih akan berlangsung sampai 3 hari kedepan," katanya, Senin (18/1/2021).
Selain itu, kondisi cuaca buruk yang terjadi saat inu juga disebabkan oleh adanya La Nina (fenomena suhu permukaan laut yang menurun sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa. Penurunan suhu tersebut sebanyak 3° hingga 5° C dari suhu normal) yang menerpa sejumlah wilayah tanah air pada musim hujan tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG) Palembang memprediksi curah hujan lebih tinggi di atas normal yang menerpa Sumsel akan terjadi hingga bulan Maret.
Dijelaskannya, fenomena La Nina memiliki dampak sangat terasa pada wilayah Indonesia tengah dan Timur.
Sumsel dan Sumatera saat ini terjadi karena faktor Madden Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby. Aktivitas La Nina dan MJO inilah yang menjadi tumpukan awan berpotensi curah hujan menjadi lebih tinggi dari biasanya.
"Dampak fenomena La Nina membuat kondisi cuaca saat ini juga sangat sulit diprediksi. Curah hujan pun diatas normal yakni 115 persen. Curah hujan di Sumsel di atas 200 mili meter," jelas Desindra.
Kepala Seksi Data Dan Informasi Stasiul Klimatologi Kelas I Palembang Nandang Pangaribowo menambahkan, berdasarkan update dinamika atmosfer dasarian 1 Januari 2021 kondisi cuaca dan iklim saat ini MJO sedang aktif dan ada tekanan rendah di wilayah samudera Hindia.
Sehingga terjadi belokan masa udara diatas Wilayah Sumatera yang membuat potensi curah hujan masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat dan tengah khusus nya wilayah Sumatera menjadi meningkat serta.
"Wilayah Sumsel diterpa musim hujan diperkirakan sejak Desember sampai Maretm Puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Maret," jelas Nandang.
Untuk itu, BMKG mengimbau diminta mewaspadai potensi kebencanaan saat musim hujan berlangsung seperti potensi Awan CB (Cumulu Nimbus) yang dapat menyebabkan hujan ringan-lebat disertai petir dan angin kencang.
"Kami minta masyarakat agar selalu waspada akan terjadinya hujan deras dan angin puting beliung," terangnya. (Oca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/waspada-cuaca-ekstrim-1-2-november-di-16-wilayah-termasuk-sumsel-potensi-bencana-alam-akibat-el-nino.jpg)