Pebisnis Laudry di Tokyo Khawatir Gulung Tikar, Pelanggan Sepi Akibat Deklarasi Darurat
Penetapan deklarasi darurat membuat pemilik usaha laundry di Tokyo khawatir. Usaha bisa tutup karena pelanggan semakin sepi.
SRIPOKU.COM, TOKYO - Penetapan deklarasi darurat menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik usaha laundry alias binatu di Tokyo Jepang.
Bisnis laundry terancam s gulung tikar alias tutup karena semakin sepinya jumlah pelanggan sejak ditetapkannya deklarasi darurat Covid-19 tersebut.
Sebagaimana diketahui selama masa deklarasi darurat, pegawai dibatasi untuk bekerja di kantor. Sebanyak 70 persen karyawan diminta bekerja dari rumah (work from home).
Padahal kemeja yang digunakan untuk bisnis menyumbang setengah dari penjualan di bisnis laundry di Shinagawa-ku, Tokyo.
Namun dengan adanya pernyataan keadaan darurat, penggunaan kemeja untuk ke kantor atau bisnis mulai berkurang.
"Jika situasi ini terus berlanjut, tidak akan ada berkelanjutan toko saya, jadi saya pikir saya harus mempertimbangkan untuk menutup toko nantinya," papar seorang pemilik laundry, Toshio Yamamura (71), Kamis (14/1/2021) yang mengaku tak punya penerus untuk menjalankan bisnisnya.
Pemerintah Jepang, dalam deklarasi darurat (PSBB) kali ini, menyerukan pengurangan 70 persen jumlah orang yang bekerja di kantor dengan memperkenalkan telework seperti bekerja dari rumah.
Sementara itu Yamamura mengakui setelah deklarasi darurat tahun lalu penjualan turun menjadi sepertiga dari tahun sebelumnya dan kemudian telah pulih sejak musim gugur lalu.
Namun adanya lonjakan kasus di Tokyo mendorong pemerintah melakukan pembatasan lagi guna menghambat meluasnya penularan.
"Jadi saya khawatir penjualan akan turun lagi," ujarnya.
Menurut Federasi Nasional Toko Binatu dan Asosiasi Kebersihan Hidup, jumlah pengguna kaos secara nasional menurun akibat pengaruh virus corona.
Jumlah toko pembersih milik pribadi telah berkurang karena permintaan yang menurun dan kekurangan penerus bahkan sebelum penyebaran infeksi.
Federasi mengatakan bahwa deklarasi darurat ini dapat meningkatkan jumlah penutupan bisnis serta kebangkrutan.
Sementara itu dengan kesulitan bisnis yang ada di Jepang di masa pandemi Corona ini, para WNI berusaha bangkit dengan mendirikan Forum bisnis BBB untuk meningkatkan semangat wiraswasta masing-masing WNI di Jepang.
Semua WNI di Jepang bebas bergabung ke Forum BBB sementara gratis, hanya dengan mengirimkan foto Zairyu Card beserta nomor telepon Jepang nomor Whatsapp dan menuliskan alamat domisili saat ini dengan kode posnya ke email: bbb@jepang.com
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bisnis Laundry di Tokyo Dikhawatirkan Bakal Tutup Setelah Ditetapkannya Deklarasi Darurat di Jepang, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/01/15/bisnis-laundry-di-tokyo-dikhawatirkan-bakal-tutup-setelah-ditetapkannya-deklarasi-darurat-di-jepang.