Breaking News:

Pilpres AS

SITUASI MEmanas: Massa Panggul Senjata Demo Besar-besaran Duduki Gedung Dewan di 50 NEgara Bagian

aksi unjuk rasa bersenjata di sejumlah wilayah Amerika Serikat menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden.

Polisi Washington DC masih mengamankan area di sekitar Gedung Capitol usai seorang perempuan mencoba menerobos masuk ke gedung parlemen itu. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi perempuan yang tewas akibat tembakan polisi itu. | JEWEL SAMAD / AFP
Polisi Washington DC masih mengamankan area di sekitar Gedung Capitol usai seorang perempuan mencoba menerobos masuk ke gedung parlemen itu. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi perempuan yang tewas akibat tembakan polisi itu. 

SRIPOKU.COM, WASHINGTON--Biro Investigasi Federal, FBI, memperingatkan kemungkinan adanya aksi unjuk rasa bersenjata di sejumlah wilayah Amerika Serikat menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden.

Ada berbagai laporan mengenai rencana berkumpul kelompok-kelompok bersenjata di seluruh gedung DPRD di 50 negara bagian dan di Washington DC menjelang pelantikan Biden pada 20 Januari.

Kekhawatiran itu muncul di tengah peningkatan keamanan untuk acara pelantikan itu.

Pada Senin (11/01), Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak takut untuk mengucapkan sumpah jabatan di luar Gedung Capitol.

Biden dan Kamala Harris masih direncanakan untuk dilantik di luar gedung pada 20 Januari atau dua pekan setelah tempat itu menjadi lokasi serangan mematikan oleh pendukung radikal Presiden Donald Trump yang menentang hasil pilpres.

Para penjabat keamanan bertekad untuk mencegah terulangnya pendobrakan yang terjadi pada 6 Januari lalu - ketika ribuan pendukung pro-Trump memasuki kompleks tempat anggota Kongres memberikan suara untuk mengesahkan hasil pemilihan umum.

Chad Wolf, Pelaksana Tugas Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengatakan pada hari Senin bahwa dia telah menginstruksikan Pasukan Pengamanan Presiden untuk memulai operasi khusus menjelang pelantikan pada Rabu mendatang - atau enam hari lebih awal - "mengingat peristiwa-peristiwa dalam seminggu terakhir dan kondisi keamanan yang berkembang".

Para pejabat mengatakan akan menugaskan hingga 15.000 personel Garda Nasional untuk mengamankan acara tersebut.

Protes lanjutan apa yang direncanakan?
Para penegak hukum di AS disebut sedang bersiap-bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kekerasan lebih lanjut menjelang pelantikan Joe Biden.

Unggahan-unggahan di jaringan online pro-Trump dan sayap ekstrem kanan menyerukan aksi protes, sejumlah tanggal, termasuk demonstrasi bersenjata di kota-kota di seluruh AS pada 17 Januari, serta sebuah pawai di Washington DC pada hari pelantikan.

Halaman
123
Editor: Wiedarto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved