Target Rumah 15 Ribu Rumah MBR Bisa Terealisasi, DPD REI : Asalkan Pihak Terkait Mendukung
Zewwy Salim;Target pembangunan 15 ribu rumah bukan hal mustahil jika semua pihak terkait mendukung menghilangkan semua hambatan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel), optimis target 15 ribu rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa terealisasi jika semua pihak terkait mendukung pencapaian target tersebut.
Ketua DPD REI, Sumsel Zewwy Salim mengatakan ada hambatan pembangunan, mulai dari sulitnya ketersediaan air bersih, listrik, hingga pengerasan jalan lingkungan perumahan.
"Target pembangunan 15 ribu rumah bukan hal mustahil jika semua pihak terkait mendukung menghilangkan semua hambatan itu," ujar Zewwy ketika dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).
Hambatan lainnya yakni dari segi pembiayaan. Zewwy berharap kran pembiayaan dari perbankan bisa dibuka lebih luas karena minat masyarakat untuk membeli rumah sebenarnya besar hanya saja bank masih selektif menyalurkan pembiayaan karena masih dalam kondisi pandemi.
Dia mengatakan kran kredit rumah itu memang sudah dibuka namun hingga kini masih menunggu proses realisasinya berapa banyak kuota yang bakal didapat karena menunggu pembagian dari Kementrian PUPR.
"Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan sejumlah banyak penyalur pembakaran rumah MBR tengah dilakukan karena masih menunggu beberapa persiapan lainnya saat ini," kata pria yang akrab disapa Ko Awi itu.
Mengantisipasi sumbatan itu, REI beraudiensi dengan DPRD Sumsel agar wakil rakyat tersebut bisa menyuarakan hambatan pembanguan rumah bersubsidi di Sumsel saat ini sehingga kebutuhan rumah yang masih besar di Sumsel dan target mewujudkan rumah untuk rakyat bukan mimpi.
Zewwy berharap semua sumbatan itu bisa diatasi karena industri properti merupakan bisnis yang luas dampaknya karena bisnis ini memiliki 17 hubungan industri langsung dan 174 industri turunannya.
Jika semuanya terhambat maka bisa dibayangkan betapa luas dampaknya. Begitu juga sebaliknya jika tidak ada hambatan maka semua sektor industri yang terkait properti ikut terseret naik dan membuat pertumbuhan ekonomi ikut naik.
Sementara itu Kepala BTN Palembang Liberti Lubis belum memberikan jawaban terkait besaran pembiayana rumah yang dikucurkan bank BUMN itu tahun ini.(tnf)