Breaking News:

Berita Nasional

Begini Cara Pemilik PT Dua Putra Perkasa Suap Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, Satu Pintu

Untuk mengetahui aliran dana yang diterima Edhy, KPK lantas memeriksa Suharjito (SJT) yang merupakan pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP).

Editor: Refly Permana
Istimewa/handout
Edhy Prabowo Usai Diperiksa KPK. 

SRIPOKU.COM - Kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster, yang melobatkan Edhy Prabowo selaku mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), terus didalami Komisi Pemberantasan Korups (KPK).

Untuk mengetahui aliran dana yang diterima Edhy, KPK lantas memeriksa Suharjito (SJT) yang merupakan pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP).

Saat ini, SJT juga ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Edhy dan Suharjito, lima tersangka lain dalam kasus ini yaitu staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri, dan Andreau Pribadi Misata; staf istri Edhy, Ainul Faqih; pengurus PT ACK Siswadi; serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.

Baca juga: FPI Bongkar Sumber Uang di Rekening yang Dibekukan, Seret Kasus Benih Lobster dan Dana Bansos

Pemeriksaan terhadap SJT dilakukan penyidik KPK pada Kamis (7/1/2021).

"Mengenai dugaan adanya pemberian uang oleh tersangka SJT (Suharjito) kepada EP (Edhy) melalui staf pribadinya SAF (Safri) terkait pengurusan perizinan dan pengiriman benih lobster di KKP," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (8/1/2021).

Ali mengatakan, penyidik juga mendalami aktivitas PT Dua Putra Perkasa terkait perizinan ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ali menyebut ada dugaan Suharjito bertemu Edhy untuk membahas pengajuan izin ekspor oleh PT Dua Putra Perkasa.

"Didalami juga dugaan adanya pertemuan tersangka SJT dengan EP selaku menteri KKP yang membicarakan masalah pengajuan ijin ekskpor oleh PT DPP," ujar Ali.

Baca juga: Cerber Rumayok (24) : Sisu Tojang Galah

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT ACK dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Uang tersebut salah satunya dari PT DPP yang mentransfer uang Rp 731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, PT ACK dimiliki oleh Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja.

Baca juga: Ini Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Vaksinasi Covid-19 Dimulai 13 Januari Nanti

"Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR (Amri) dan ABT (Ahmad Bahtiar) masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar," kata Nawawi, Rabu (25/11/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Suap Ekspor Benih Lobster, KPK Dalami Pemberian Uang kepada Edhy Prabowo"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved