Breaking News:

Menko Airlangga Hartarto: Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Menuju Tren Positif Tahun 2021

Situasi perekonomian Indonesia dari berbagai sektor mulai menunjukkan tren positif, karena adanya kabar vaksinasi segera dilakukan

Penulis: maya citra rosa | Editor: adi kurniawan
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) menyapa anggota DPR setelah memberikan berkas pendapat akhir pemerintah kepada Pimpinan DPR saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dalam rapat paripurna tersebut Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak bulan November 2020 lalu, situasi perekonomian Indonesia dari berbagai sektor mulai menunjukkan tren positif. 

Hal ini juga karena adanya kabar vaksinasi yang akan segera dilakukan pada awal tahun 2021.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia. 

Dalam penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan akses perencanaan vaksinasi bagi 182 juta jiwa rakyat Indonesia, dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu tahun. 

"Banyak sektor yang menunjukkan tren positif, mulai dari perdagangan, perbankan, UMKM, ekspor dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah menguat," ujarnya, dalam wawancara khusus Tribun Network dengan Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Kamis (7/1/2021).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga mengatakan, pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada tahun 2021 tercapai. 

Vaksinasi diwajibkan bagi warga Indonesia yang memenuhi syarat, saat ini pemerintah masih menungu sertifikasi izin BPOM sebelum melakukan vaksinasi yang sudah disiapkan di masing-masing provinsi. 

Vaksinator juga sudah dilatih, mereka adalah tenaga kesehatan yang sudah biasa melakukan imunisasi.

Sehingga tidak perlu mengirim vaksinator dari satu wilayah ke wilayah lainnya. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved