Breaking News:

Belajar Tatap Muka Tunggu Sampai Vaksin Anti Covid -19 Tiba di OKU

Hal itu disampaikan Bupati OKU, Drs H kuryana Azis dalam rapat terpadu dinas intansi terkait dipusatkan di ruang rapat Bina Praja Pemkab OKU, Selasa

Penulis: Leni Juwita | Editor: aminuddin
leni juwita
SISTEM BELAJAR : Rapat terpadu bahas sistem belajar murid masa pandemi covid-19. (SRIPOKU.COM/LENI JUWITA) 

SRIPOKU.COM.BATURAJA - Belajar tatap muka  di Kabupaten Ogan Komering Ulu  masih menunggu  sampai vaksin tiba di daerah ini.

Dengan demikian hingga saat ini tetap akan memberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh ) sistem dairng (dalam jaringan) 

Hal itu disampaikan Bupati Ogan Komering Ulu, Drs  H kuryana Azis dalam rapat terpadu dinas intansi terkait yang dipusatkan di ruang rapat Bina Praja Pemkab OKU, Selasa (5/1/2021).

Ditegaskan bupati , belajar secara tatap muka baru bisa dilakukan setelah vaksin anti virus covid-19 tiba di Kabupaten OKU.

Rapat terpadu dihadiri  Kapolres OKU yang diwakili Wakapolres Kompol Cristhopher Salohot Panjaitan SE MS.i,  Dandim 0403 Letkol ARH Tan Kurniawan, SAP MIPol.   Wakil Ketua II OKU Yoni Risdianto SH,  Assiten I Setda OKU Drs Selamet Riyadi MSi,  Kadin Pendidikan H Teddy Meilwansyah SSTP MM, dan Kadin Kesehatan  Drs H Husni Thamrin MM.

Kemudian Kepala  BPBD  Amzar Kristofa MSi,  Kadishub OKU Firmansyah ST,  Wakil Ketua Pengadilan Halida Rahardhini SH Mhum,  Pasi Intel Kajari OKU Variska Ardina Kodriansyah, SH MH, perwakilan dari pihka rumah sakit diwakili dr Yesi Joefen, Satpol PP , Kabid Tratib Sofyan SE, perwakilan Kominfo, perwakilan Komite tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten OKU.

Peserta rapat   umumnya  menyatakan sepakat sistem belajar daring masih dilajutkan sampai dengan tibanya vaksin covid-19.

Namun sistem pembelajaran jarak jauh ini  dibutuhkan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dalam mengawai anak belajar daring

Para orang tua wali siswa harus terlibat aktif ikut mendampingi putera dan puterinya dalam penggunaan gawai.

Orang tua juga dianjurkan mengawasi badan dan konten gawai anak-anak untuk mengantisipasi dampak negatif penggunaan gawai di luar jadwal PJJ.  

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved