Ahli Mikrobiologi Sumsel Ungkap Status Sinovac Sarankan Vaksinasi Setelah Uji Klinis, Beda Pfizer

Sementara vaksin Sinovac belum melewati tahapan uji klinis di Bandung, bahkan uji klinis saat ini tengah berlangsung.

Editor: Hendra Kusuma
Dok Pribadi
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono, Ahli Mikrobiologi Sumsel Ungkap Status Sinovac Sarankan Vaksinasi Setelah Uji Klinis, Beda Pfizer 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Fakta tentang status vaksin Sinovac diungkapkan oleh Ahli Mikrobiologi Sumsel.

Sebab, Ahli Mikrobilogi Sumsel Ungkap Status Sinovac, dan ia Sarankan Vaksinasi Setelah Uji Klinis.

Sebab menurut Ahli Mikrobiologi Sumsel yakni Prof Yuwono bahwa status vaksin Sinovac beda vaksin Pfizer-BioNTech yang sudah melewati uji klinis.

Sementara vaksin Sinovac belum melewati tahapan uji klinis di Bandung, bahkan uji klinis saat ini tengah berlangsung.

"Menurut saya, dengan vaksin yang sudah ada, lebih baik tunggu diumumkan hasil uji klinis di Bandung baru divaksin," kata Yuwono melalui sambungan telepon, Rabu (6/1/2020).

Berikut ini beberapa fakta yang diungkap Ahli Mikrobiologi Sumsel, di mana dia Ungkap Status Sinovac Sarankan Vaksinasi Setelah Uji Klinis karena Beda dengan Pfizer-BioNTsh seperti dilansir dari kompas.com berikut ini:

Minta Pemerintah di Sumsel Tunggu Uji Klinis di Bandung

Ahli Mikrobiologi Sumsel Ungkap Status Vaksin Sinovac , Vaksinasi Harus Tunggul Hasil Uji Klinis, Beda dengan Pfizer

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan membutuhkan sebanyak 58.000 dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang berasal dari China.

Namun, dari 58.000 vaksin tersebut, baru 30.000 yang dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sementara sisanya direncanakan kembali dikirim pada Kamis (7/1/2021).

Setelah seluruh vaksin selesai diterima, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan merencanakan untuk melakukan vaksinasi tahap awal pada 14 Januari 2021.

Menanggapi hal itu, ahli mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya Profesor Yuwono menyarankan agar vaksinasi dilakukan setelah adanya pengumuman hasil uji klinis dari laboratorium yang melakukan penelitian di Bandung, Jawa Barat.

Yuwono menjelaskan, secara ilmiah vaksin Sinovac yang dibeli oleh pemerintah pusat sampai sekarang belum mengeluarkan hasil efektivitas atau kemanjuran serta keamanan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved