Berita Musirawas

Oknum Kades di Sumsel, Terlibat Korupsi Dana Covid-19, Gelapkan Rp 184 Juta Uang Bansos

"Total dana BLTDD yang digelapkan oleh oknum kades tersebut senilai Rp 184.800.000," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ahmad Farozi
Kasus korupsi dana bansos covid 19 atau BLTDD yang dilakukan oknum Kepala Desa Sukowarno Kecamatan Sukakarya jadi salah satu perkara menonjol yang masuk di Polres Musirawas tahun 2020. Hal ini disampaikan Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy saat rilis kasus akhir tahun di Mapolres Musirawas, Kamis (31/12/2020). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Askari, oknum Kades Sukowarno Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) terlibat kasus korupsi dana Covid-19.

Hal ini diketahui setelah Polres Musi Rawas melakukan rilis akhir tahun, Jumat (1/1/20200 di Mapolres Musi Rawas.

Pelaku terlibat kasus
dana bantuan sosial (Bansos) covid 19 atau Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD).

Kasus ini menjadi salah satu perkara menonjol yang masuk di Polres Musirawas tahun 2020.

Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy didampingi Wakapolres Kompol Handoko Sanjaya saat rilis kasus akhir tahun di Mapolres Musirawas.

"Ada perkara korupsi yang dilakukan Askari, oknum Kades Sukowarno Kecamatan Sukakarya di tahun 2020. Yang bersangkutan, menggelapkan dana bantuan covid 19," kata AKBP Efrannedy.

Dikatakan, perkara korupsi BLTDD yang dilakukan oknum kepala desa tersebut cukup menonjol.

Karena dana bantuan dari pemerintah tersebut merupakan bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat di tengah pandemi covid 19.

"Total dana BLTDD yang digelapkan oleh oknum kades tersebut senilai Rp 184.800.000," katanya.

Sementara itu, kata kapolres terkait dengan jumlah perkara yang ditangani Polres Musirawas sepanjang tahun 2020, yaitu curas, curat dan curanmor (3C), narkoba serta tindak pidana lainnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara jumlah penyelesaian perkara mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Perbandingan jumlah tindak pidana (JTP) l dan penyelesaian tindak pidana (PTP) pada tahin 2020 mengalami penurunan dari tahun 2019.

Baik tindak pidana kriminalitas pidana umum, narkoba hingga lakalantas," katanya.

Dijelaskan, pada tahun 2019 ada sebanyak 534 JTP dengan 420 PTP. Kemudian di tahun 2020 ada sebanyak 281 JTP dengan jumlah 321 PTP.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved