Teater Bingkai Berdiri Berawal dari Sama-sama Hobi

Jumlah anggota Teater Bingkai sekitar 15 orang. Mereka dari latar belakang berbeda. Ada siswa SMA, mahasiswa, guru, pegawai bank, BUMN dan lain-lain

Editor: aminuddin
ist
Teater Bingkai 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DI Palembang, selain Potlot, Kembara,  dan Wong Gerot, ada juga teater yang bernama Bingkai.

Berdirinya Teater Biangkai berawal dari beberapa orang yang  punya hobi teater di waktu sekolah tapi tak punya wadah setelah mereka lulus dari SMA. 

Jadi setelah lulus teman-teman sering pada kumpul bareng membicarakan teater.

Waktu itu ada beberapa orang yang diantaranya ada Dian, Rendi, Bayu, Pipin dan Ario. 

Mereka bisa berkumpul karena kebetulan beberapa orang adalah junior dan murid Yunus teater.

Karena Yunus saat itu kenal dengan Surono akhirnya dikenalkanlah dengan Surono. 

Kemudian timbullah pembicaraan untuk mem buat teater karena dilatari dengan hobi yang sama dan butuh wadah untuk berteater. Akhirnya pada tanggal 27 Desember 2008 tercetuslah teater yang diberi nama Bingkai.

Menurut Mas Ario, Sekretaris 2 Teater Bingkai, arti nama Bingkai sendiri diambil karena bingkai merupakan wadah atau tempat untuk menyalurkan hasil karya dan kelak harapannya bingkailah yang akan membingkai karya dan persatuan antar anggotanya.

Yang memperkarsai berdirinya Teater Bingkai adalah Yunus dan Surono. Sekretariatnya beralamat di Jalan Mataram, No 50, RT 02 RW 01 Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati.

"Ceritanya, dulu tempat kita berkumpul dan latihan itu di Graha Budaya. Dan kebetulan kita juga dikasih izin oleh Dewan Kesenian untuk latihan di sana," kata Mas Ario yang bernama lengkap Ario Septa Pratama.

Dulu, kata Mas Ario, kegiatan yang dibuat itu merupakan pentas tahunan. 

"Trus ngadain lomba. Trus jadi wadah untuk tetaer sekolah latihan bareng.

Dan ikut kompetisi teater," ujar Mas Ario.

Sekarang Teater Bingkai masih melaksanakan pentas tahunan, dan saat ini, ketua harian Tea ter Bingkai Muhammad Yunus mempunyai sebuah tempat yang diberi nama Mini Show.

Tempat ini  sebenarnya adalah panggung ekspresi karena selama covid kan gedung pertunjukan lagi ditutup. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved