Beredar Rekaman Suara Anggota DPRD Minta Naikkan Dana Bansos Hingga Viral, Ini Klarifikasinya
Isi rekaman suara soal permintaan anggota DPRD DKI Jakarta agar dana bantuan politik dinaikkan viral di sosial media.
SRIPOKU.COM -- Isi rekaman suara soal permintaan anggota DPRD DKI Jakarta agar dana bantuan politik dinaikkan viral di sosial media.
Pemilik suara itu adalah anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia William Aditya Sarana.
Dalam rekaman, William meminta dana banpol untuk partai politik (parpol) dinaikkan.
Terkait hal itu, William lantas memberikan penjelasan soal rekaman suaranya tersebut.
Ia membenarkan bahwa rekaman tersebut adalah suaranya dalam rapat DPRD DKI.
Namun, ia menyebutkan, rekaman tersebut tidak utuh alias sudah dipotong.
"Saya menyayangkan rekaman tersebut hanya potongan diskusi rapat, bukan merupakan diskusi yang utuh," kata William dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2020).
William menjelaskan, konteks kalimat yang disampaikan mengenai kenaikan dana banpol adalah menanggapi rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Menurut dia, kedua institusi itu menilai pendanaan pemerintah untuk partai politik diperlukan guna memperkuat demokrasi dan menekan korupsi oleh para pejabat publik yang merupakan kader parpol.
Baca juga: Ramalan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia 26 Desember 2020:Manokwari HUjan Lebat di Pagi Hari
Baca juga: Ramalan Lengkap 12 Zodiak Cinta 27 Desember 2020: Virgo AKan Menjalani Hubungan yang Harmonis
Baca juga: Harus Diwaspadai Berikut 7 Dampak Buruk Akibat Kurang Tidur, Cepat Lupa Hingga Depresi
“Konteksnya adalah saya sudah mempelajari dan menyampaikan rekomendasi KPK dan LIPI bahwa partai politik harus memiliki keuangan yang sehat untuk beroperasi, dengan demikian potensi korupsi politik dapat ditekan. Inilah semangatnya,” kata William.
Namun, mengingat saat ini Jakarta masih dalam kondisi pandemi dan kesulitan ekonomi, William menyebutkan, pembahasan kenaikan bantuan politik menjadi tidak relevan.
William menegaskan kembali bahwa pada prinsipnya, sikap akhir PSI mengenai APBD adalah yang dibacakan secara formal dan tertulis di pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna DPRD DKI Jakarta pada 27 November 2020.
"Karena melihat konteks yang tidak relevan, maka pada pandangan umum itu PSI tidak mendorong kenaikan dana banpol, malah kami menegaskan untuk memangkas kegiatan-kegiatan yang tidak relevan, seperti kenaikan RKT (rencana kerja tahunan) ratusan miliar yang sempat diusulkan. Itu sudah clear sikap partai dan fraksi kami,” ujar William.
William mendorong agar seluruh rapat di DPRD direkam dan dibuka ke publik.
Dengan begitu, masyarakat mengetahui proses dan substansi seluruh pembahasan anggaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/william-aditya-sarana.jpg)