Peta Calon Kapolri Berubah? Ada Kuda Hitam Kompolnas Dengarkan Usul Alumni Akpol Lintas Generasi
Pihak Kompolnas belum mau bicara banyak, karena pihaknya masih menggodok banyak nama baik itu usulan dari Presiden Jokowi maupun Usul Alumni Akpol
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Benarkan Peta Calon Kapolri Berubah? Ada Kuda Hitam dan sosok baru, setelah Kompolnas Dengarkan Usul Alumni Akpol Lintas Generasi dan Purnawirawan Polri.
Seperti diketahui, jika sebelumnya ada dua nama Komisaris Jenderal Senior yang dipertimbangkan, selain satu lagi sosok Komisaris Jenderal (Komjen) yang terhitung sangat muda, namun setelah adanya pernyataan dari pihak Kompolnas bahwa pihaknya akan mempertimbangkan Usul Alumni Akpol Lintas Generasi dan Purnawirawan Polri, maka diprediksi peta Calon Kapolri akan berubah.
Kini diduga muncul figur baru dan diluar prediksi juga akan dipertimbangkan karena mendapatkan job perwira tinggi polisi atau Jenderal Bintang Tiga yakni Komisaris Jenderal (Komjen).
Siapakah sosok baru dan tiga sosok lama dari perwira tinggi berpengkat Komisaris Jenderal (Komjen) tersebut?
Pihak Kompolnas belum mau bicara banyak, karena pihaknya masih menggodok banyak nama baik itu usulan dari Presiden Jokowi maupun dari Usul Alumni Akpol Lintas Generasi dan Purnawirawan Polri.
Berikut ini beberapa fakta dan penjelasan dari pihak Kompolnas terkait kriteria dan sosok Calon Kapolri seperti dilansir dari tribunnews.com:
Nama-nama masih digodok

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan pihaknya masih menggodok nama calon Kapolri yang akan direkomendasikan kepada presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Poengky, nama calon Kapolri tersebut didiskusikan dengan mempertimbangkan usulan dari internal polri yang diwakilkan oleh sejumlah alumni Akpol hingga mantan penjabat Kapolri-Wakapolri.
"Kami sedang menyaring berdasarkan kriteria pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002 dan menyandingkan dengan kriteria masukan hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan internal Polri yang diwakili alumni Akpol lintas generasi, tokoh masyarakat, dan Purnawirawan Polri yang diwakili oleh Kapolri dan Wakapolri pada masanya," kata Poengky saat dikonfirmasi, Jumat (25/12/2020).
Dalam pertimbangannya, Kompolnas melihat calon Kapolri berdasarkan prestasi, rekam jejak hingga integritas dari daftar calon yang ada.
Namun demikian, pihaknya masih enggan membeberkan lebih lanjut nama-nama calon Kapolri yang diusulkan Kompolnas.
"Kami melihat prestasi, rekam jejak serta integritas calon-calon yang ada."
"Kompolnas tidak menyebut nama-nama. Dalam waktu dekat pasti segera kami serahkan kepada Presiden," pungkasnya.
===
Kompolnas dan Wanjakti Sudah Ajukan Dua Nama Pengganti

Sementara itu, Kompolnas menyerahkan nama calon Kapolri yang bisa menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini.
Kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dalam waktu dekat akan ada calon yang diserahkan ke Jokowi agar bisa diusukan ke DPR RI.
"Pokoknya dalam waktu dekat ya. Kompolnas akan menyerahkan lebih dari satu nama untuk bisa dipilih Presiden," jelasnya.
Dijelaskan Poengky, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) Pasal 38 ayat (1) huruf b menjelaskan, Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.
Merujuk pasal 11 ayat (6) UU Polri, calon kapolri merupakan perwira tinggi (pati) Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier.
"Ini sedang kami saring berdasarkan pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002 dan berdasarkan kriteria hasil FGD Kompolnas. Kami lihat prestasinya, integritasnya dan track recordnya.
Jadi belum bisa menentukan berapa nama yang nanti akan kami serahkan kepada Presiden," pungkasnya.
===
Istana Pilih Dua Calon
Sementara itu, IPW Sebut Istana Sedang Pertimbangkan Dua Nama Bakal Calon Kapolri
IPW memperkirakan saat ini pihak istana sedang mempertimbangkan dua nama bakal calon Kapolri pengganti Idham Azis.
Neta S Pane memperkirakan pertengahan Januari 2021, satu dari dua nama calon Kapolri itu sudah dikirim ke Komisi III DPR untuk uji kepatutan.
"IPW mendapat informasi ini tapi mengingatkan kalangan Istana bahwa minimal 20 hari sebelum Kapolri Idham Azis pensiun, nama calon penggantinya sudah bisa diproses," kata Neta dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2020).
Meskipun kalangan istana sudah melirik dua nama bakal calon, IPW mengharapkan proses pencalonan kapolri tetap melalui prosedur yang baku.
Pertama melalui Kompolnas yang mengusulkan nama bakal calon ke presiden.
Wanjakti Polri yang juga mengusulkan nama bakal calon ke presiden.
"Tidak seperti saat Idham Azis menjadi Kapolri, yang tidak melalui proses Wanjakti.
Nama Idham Azis diperoleh Presiden hanya melalui usulan Kompolnas," ungkapnya.
Untuk itu, kata Neta, saat ini sudah saatnya Wanjakti Polri memproses nama calon Kapolri pengganti Idham Azis, sehingga Minggu pertama Januari 2021, bisa diusulkan kepada Presiden Jokowi.
===
4 Poin Penting menjadi Dasar Jokowi Pilih Sang Komjen
Dalam menilai calon Kapolri pengganti Idham Azis, IPW melihal ada 4 poin penting yang harus diperhatikan Presiden Jokowi maupun lingkaran dalamnya di Istana.
1. Sejauh mana loyalitas dan kedekatan sang calon dengan Presiden Jokowi.
2. Calon Kapolri pengganti Idham Azis harus bisa mengkonsolidasikan internal kepolisian.
Khususnya, jam terbang yang dimilikinya, kapasitas dan kapabilitasnya yang bisa diterima senior maupun junior di tubuh Polri, dan kualitas kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah di internal ataupun eksternal kepolisian.
3. Sejauhmana figur calon Kapolri itu tidak memiliki kerentanan masalah, terutama masalah yang bisa menjadi polemik di masyarakat di masa sekarang maupun ke depan.
4. Memiliki rekam jajak di bidang anti teror atau Densus 88, kemudian bidangn reserse dan kriminal serta pernah menjabat Polda Metro Jaya
Sebab, di era milenial sekarang ini, dia menuturkan tantangan tugas Polri harus menghadapi dampak Covid-19 dan setelah Covid 19, menghadapi maraknya kelompok radikal, intoleransi, terorisme, sparatisme dan sebagainya.
"Jika Kapolri baru tak bisa mengkonsolidasikan Polri dengan kapabilitas dan jam terbang yang tinggi, tentu akan merepotkan Presiden Jokowi.
Apalagi jika Kapolri pengganti Idham Azis itu memiliki kerentanan masalah yang akut, tentu Polri dan pemerintahan Jokowi akan menjadi bulan bulanan kelompok tertentu yang ingin mengacaukan Kamtibmas," ujarnya.
Jokowi Cenderung Pilihan Komjen Senior, Siapakah Dia?
Neta melanjutkan, lantaran DPR masih reses sampai 11 Januari 2020, nama calon Kapolri diduga saat ini sudah dikirimkan pihak Istana ke lembaga legislatif.
Dua nama itu merupakan jenderal bintang tiga senior dan junior.
"Dari informasi yang diperoleh kalangan istana kepresidenan saat ini sebenarnya sudah menjaring dua nama calon Kapolri, yang satu jenderal bintang tiga senior dan satu lagi junior."
"Kedua nama itu akan dikaji lagi dengan masukan nama nama calon dari Wanjakti Polri maupun Kompolnas. Namun diperkirakan Presiden Jokowi akan memilih figur jenderal senior sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idam Azis," katanya.
Sosok Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy atau Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Berikut Komjen Senior yang Berpengalan di bidang reserse, terorisme dan pernah menjabat Kapolda Metro Jaya:
1. Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono
Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono, M.Si disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Aziz
Seperti diketahui Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatra Barat, 28 Juni 1965, umur 55 tahun
Dia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 20 Desember 2019 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Seperti diketahui, Gatot, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.
2. Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH
Seperti diketahui, Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH adalah sosok penting di tubuh Polri, dan dia disebut sebagai sosok calon kuat Kapolri.
Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988
Dia asli keturunan Minangkabau sebab itu dia memilik gelar Datuak Rangkayo Basa, meski lahir di Jakarta, 25 Maret 1965 dan kini berumur 55 tahun.
Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH, adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 Mei 2020 menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Namun catatan lainnya, juga berpengalaman di bidang reserse dan kriminal, namun tak pernah menjabat Kapolda Metro Jaya, dia hanya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Kadivhumas Polri.
3. Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi
Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi, adalah sosok kuat calon Kapolri, sebab jenjang karirnya juga jelas dan dia dekat dengan Presiden Jokowi.
Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969, kini berusia umur 51 tahun, dan menjadi Komjen paling muda.
Kini menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak tanggal 6 Desember 2019.
Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan terakhir sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
===
Sosok Irjen Pol Petrus Golose
Meski disebutkan sebagai sosok netral dan tak masuk dalam calon kuat Kapolri, namun bisa saja melihat rekam jejaknya Irjen Pol Petrus Golose akan dilirik Jokowi.
Sebab, dia termasuk orang dekat Tito Karavian ketika menumpas teroris,
Sementara itu, Neta kemudian menganalisa nama Irjen Pol Petrus Golose yang dipilih sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Heru Winarko karena memasuki masa pensiun.
Neta menilai penunjukkan itu secara tidak langsung mengubah bursa calon Kapolri ke depannya.
Menurut Neta, peluang jenderal bintang dua Polri untuk masuk dalam bursa calon Kapolri telah tertutup usai penunjukkan tersebut.
"Padahal sebelumnya ada salah satu dari tiga jenderal bintang dua polri yang disebut sebut akan menjadi bintang tiga dan masuk dalam bursa calon Kapolri, yakni Irjen M Fadil (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufthi (Kapolda Jateng), dan Irjen Dofiri (Kapolda Jabar)," kata Neta.
Seperti diketahui, Komjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose, MM yang lahir di Manado, Sulawesi Utara, 27 November 1965, kini berumur 55 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 23 Desember 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.
Petrus, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Bali
Petrus aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.
Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina. Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.
Petrus aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.
Selain itu, dia juga pernah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa setelah bergabung dalam Tim Densus 88 Antiteror.
Dia membantu melumpuhkan kelompok teroris Dr Azahari di Batu, Malang, pada 9 November 2005. Tak hanya terlibat dalam penanganan terorisme, pria yang masuk Akademi Kepolisian pada 1988 ini juga pernah menangani kasus hacking di Indonesia yaitu hacking website KPU dan Partai Golkar.
===
Jika Merujuk Rekam Jejak
Jika melihat rejam jejak di atas, maka Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono, M.Si disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Aziz, karena secara karir rekam jejaknya jelas.
Boy, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Namun tak menutup kemungkinan muncul kuda hitam dalam Calon Kapolri ini, sebab masih nama Sosok Irjen Pol Petrus Golose.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul 4 Alasan Jokowi Tunjuk 1 Sosok Komisaris Jenderal Ini Karena Rekam Jejak, Atasi Corona dan Teroris, https://palembang.tribunnews.com/2020/12/24/4-alasan-jokowi-tunjuk-1-sosok-komisaris-jenderal-ini-karena-rekam-jejak-atasi-corona-dan-teroris?page=4
Editor: Hendra Kusuma