Breaking News:

Cerber Rumayok (15) : Ngumpul

JUK sipa tiyan maranai rik moulisa? "Mang Agus," cakdu Mbak Thea. "Boleh kami menginap semalam disini?" "Boleh Dik. Silakan," cakdu Mang Agus ........

Harian Jogja
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - JUK sipa tiyan maranai rik moulisa?

"Mang Agus," cakdu Mbak Thea.

"Boleh kami menginap semalam disini?"

"Boleh Dik.

Silakan," cakdu Mang Agus.

Mak kabiyakan makwat.

Istilahnana, mongan mak mongan sai ponting ngumpul.

"Soalnya saya lihat mereka belum pulih betul.

Mungkin butuh pemulihan barang seharilah," jolas Mbak Thea.

"Sebaiknya memang begitu.

Mamang sendiri kuatir kalau mereka tetap meneruskan perjalanan hari ini.

Selain belum pulih, mobil mereka sepertinya perlu diperiksa.

Mana tau ada yang rusak.

Tapi tak usah cemaskan itu.

Mamang bisa memperbaikinya jika memang ada yang rusak,' torang Mang Agus.

"Terima kasih Mang."

"Eeem ... Ngomong-ngomong, tujuan kalian sebenarnya mau kemana?"

"Kami mau ke Desa Waru," cawadu Mbak Thea.

"Desa Waru?

Eeem sebentar.

Kalau tak salah itu ... desa sedikit angker Dik Thea.

Tapi mudah-mudahan ucapan mamang salah," cakdu Mang Agus.

"Mereka juga?

Maksud mamang, yang laki-lakinya?"

"Tidak Mang.

Kami beda yang dituju, tapi satu arah jalannya."

"Ooo begitu."

Mak uniga, luwahda anggomandu Mang Agus jak sangkolak.

Kok waktuna 'makan siang."

Pas nihan jam ruwa bolas.

Panas di luwah, ngison di lom lambahan ...

Cerber Rumayok (15)

Ngumpul

Oleh WAK AMIN

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved