Breaking News:

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Cinde Keluhkan Proyek APC yang tak Kunjung Rampung

Meski penghasilan yang diperoleh jauh menurun, tapi dia tidak dapat memilih pindah atau berhenti dagang yang merupakan penghasilan utama keluarganya

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar  Cinde Keluhkan Proyek APC yang tak Kunjung Rampung
maya citra rosa
PEDAGANG SAYUR : Salah satu pedagang sayur di Pasar Cinde, Gian saat ditemui, Selasa (15/12/2020). (SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Para pedagang Pasar Cinde yang menempati kios-kios sementara semakin merasa terpinggirkan, bahkan tidak mendapatkan penghasilan yang besar seperti sebelum adanya pembangunan proyek Aldiron Plaza Cinde (APC) sejak Tahun 2017 lalu.

Gian, salah seorang pedagang sayur di Pasar Cinde mengaku sudah sejak pagi hanya ada beberapa pembeli yang membeli sayur-sayuran dagangannya.

Sepinya pembeli ini sudah dirasakannya sejak 4 tahun terakhir.

Gian hanyalah salah satu pedagang yang awalnya berjualan di dalam bangunan pasar yang saat ini sudah dihancurkan.

Meskipun penghasilan yang ia peroleh jauh menurun, namun dia tidak dapat memilih pindah atau berhenti berdagang yang merupakan penghasilan utama keluarganya.

"Sudah banyak yang berhenti jualan disini, mereka memilih pindah, seperti itu ada agen beras yang merugi akhirnya pindah," ujarnya saat ditemui, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, banyak pembeli yang tidak mau masuk ke kios-kios pedagang karena susunan jenis dagangan tidak teratur seperti sebelum pembangunan APC.

Baca juga: Pedagang Pasar Cinde dan Pasar Gubah Palembang Bantah Harga Beras Naik

"Ini tidak rapi susunannya, karena sistem pembagian kiosnya diundi jadi pedagang penempatannya tidak teratur, ada pedagang sayur yang dekat toko plastik, jual manisan dekat jualan daging," ujarnya.

Meskipun begitu, lelaki berusia 66 tahun ini memilih bertahan karena berharap jika sudah selesai pembangunan APC, dirinya dapat menempati kios bangunan di dalam seperti semula.

Alasan lainnya karena dia tidak sanggup menyewa kios yang mahal, dan tidak sebanding dengan iuran retribusi pedagang antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 selama ini.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved