Vaksin Covid-19 Siap Luncur Interpol Warning Dunia, Ungkap Gerakan Mafia Menyusup Rebut Jual Vaksin

Selain itu, ada kolompok bersenjata lain yang akan menduplikasi vaksin demi mengeruk keuntungan.

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/handout
Vaksin Covid-19 Siap Luncur Interpol Warning Dunia, Ungkap Gerakan Mafia Menyusup Rebut Jual Vaksin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Berikut fakta mengejutkan dari Interpol, bahwa menjelang Vaksin Covid-19 Siap Luncur Interpol Warning Dunia, Ungkap Gerakan Mafia Menyusup Rebut dan hendak Jual Vaksin asli maupun paslu.

Hal ini merupakan rahasia dari gerakan para mafia dan kelompok kriminal bersenjata di seluruh dunia.

Mereka ingin terlibat dalam perdagangan vaksin Covid-19 tersebut.

Selain itu, ada kolompok bersenjata lain yang akan menduplikasi vaksin demi mengeruk keuntungan.

Mereka para mafia bersenjata dan terorganisir ini menyusup dan menjualnya secara daring atau lewat jejaring internet.

Hasil penyidikan sementera mereka menyusuf dan menautkan situs-situs ternama apotek dan rumah sakit untuk menawarkan vaksin palsu bahkan vaksin yang asli.

Hal inilah yang diwaspadai pihak Interpol.

Berikut fakta-fakta yang diungkapkan oleh pihak Interpol seperti dilansir dari kompas.com

Interpol pada Rabu (2/12/2020), memperingatkan pihak berwenang seluruh dunia tentang ancaman dari kelompok kriminal selama kampanye vaksinasi mendatang, yang meliputi beredarnya vaksin palsu dan pencurian persediaan.

Distribusi tiga vaksin virus corona baru akan dimulai dan banyak orang akan putus asa untuk melindungi diri mereka sendiri secepat mungkin, sehingga bisa menjadi celah para penjahat beraksi.

"Saat pemerintah bersiap untuk meluncurkan vaksin, organisasi kriminal berencana menyusup atau mengganggu rantai pasokan," kata Juergen Stock, kepala badan kepolisian global yang berbasis di Lyon, Perancis, dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari AFP pada Selasa (2/12/2020).

Stock melanjutkan bahwa kecenderungan yang menjadi sasaran adalah orang-orang yang mudah menerima, tanpa melakukan kroscek lisensi suatu barang atau jasa.

Interpol pada Juli telah memperingatkan tentang penyebaran alat pengujian Covid-19 palsu dan produk medis lainnya ketika negara-negara di seluruh dunia bergegas untuk mengamankan pasokan selama pandemi.

Unit kejahatan sibernya baru-baru ini menyelidiki sekitar 3.000 situs web yang ditautkan ke apotek daring yang menjual obat-obatan terlarang dan produk medis lainnya.

Ada 1.700 di antaranya juga menggunakan teknik pengelabuan (phishing) untuk mencoba mengelabui orang agar menyerahkan data pribadi, atau perangkat lunak berbahaya lainnya.

"Penting untuk waspada, bersikap skeptis dan aman, karena biasanya tawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan," kata agensi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2020/12/02/230758070/interpol-peringatkan-kampanye-vaksinasi-terancam-disusupi-kelompok
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved