News Video Sripo

Video Pecinta Bunga Panen Keladi Tisu yang Tumbuh Liar di Hutan

KELADI (kaladium) yang belakangan ini menjadi tanaman hias yang diburu para pencinta bunga rupanya banyak tumbuh liar di hutan-hutan dalam Kabupaten O

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM,BATURAJA - KELADI (kaladium) yang belakangan ini menjadi tanaman hias yang diburu para pencinta bunga rupanya banyak tumbuh liar di hutan-hutan dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Para pecinta bunga , tidak mau melepaskan kesmepatan mendapat bunga secara gratis , seperti yang dilakukan para ASN (Aparatur Sipil Negara) dari Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU ini. Terbayang betapa hebohnya para ibu-ibu yang menemukan hamparan kebun keladi tisu putih yang tumbuh liar dihutan di Desa Lunggaian Kecamatan Lubukbatang Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Rupanya bapak-bapak juga tak kalah serunya dengan para ibu saat berebut mengambil bunga keladi tisu yang memang tidak berharga bagi masyarakat pedesaan. “Aku galak pulo bibit keladi dikebun wak kari ini, untuk isteriku,” teriak salah seorang bapak-bapak sambil ikut berebut mencabut bibit keladi tisu putih. Keladi tisu putih ini apabila sudah sampai ke Kota Baturaja dijual pedagang dengan harga berkisar Rp 15.000 hingga Rp 30.000/pohon.

Salah seorang ASN mengaku sangat senang mendapatkan bibit –bibit keladi dari yang tumbuh liar di hutan-hutan . Meskipun keladi tisu putih ini harganya tidak seberapa namun ada kebahagiaan tersendiri saat mendapatkan langsung dari kebun .

Kepala Dinas Peirkanan dna Peternakan Kabupaten OKU Ir Hj Tri Aprianingsih juga tak mau ketinggal ikut berburu keladi tisu putih yang tumbuh liar dihutan. Menurut ibu satu anak yang akrab disapa Tri ini mereka tidak senagja menemukan hamparan keladi tisu putih yang tumbuh liar.

“Kita dari menebarkan bibit ikan diperairan Sungain Ogan, pulangnya ketemu hamaparn keladi tisu putih tumbuh liar dihutan, kitapun ramai-ramai penen keladi,” kata Hj Tri sambil tertawa senang.

Sementara itu menurut warga setempat, keladi tisu putih ini memang tumbuh liar di hutan-hutan dan tidak ada yang mempedulikannya. Bahkan bebarapa wkatu lalu selain keladi tisu putih ada juga keladi jenis langka seperti keladi batik merah , namun sayang sduah habis karena banyak masyarakat perkotaan yang bebruru keladi cantik itu. :

Dulu banyak macam-macam keladi ado keladi wayang, yang katonyo hargonyo mahal tapi lah abis diburu orang- bermobil-mobil datang kesini,” Ketut.

Menurut Ketut Keladi yang oleh penduduk setempat dinamai keladi merah ini banyak tumbuh di SP I Desa Merkisa Kecamatan Lubukbatang . Namun sejak tanaman hias keladi menjadi viral, akhirnya banyak warga dari luar Lubukbatang ramai-ramai datang kedesa mereka dan memburu macam-macam tanaman keladi hias yang bisa diambil secara cuma-cuma.

Pantauan dilapangan,beberapa bulan terakhir tanaman hias jenis keladi sudah berhasil mengegser popularitas aglonema. Pecinta tanaman hias banyak yang datang dari luar OKU untuk bebruru tanaman hias keladi yang tmbuh liar dihutan-hutan. Biasanya pada hari libur banyak pecinta bunga yang rela datang jauh-jauh berburu tanaman keladi sampai ke hutan-hutan di Oku dan sekitarnya. (leni juwita)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved