Berita Prabumulih

Yebi Bertekuk Lutut Minta Maaf Cium Kaki Suami, Rivat tak Bergeming Minta Polisi Lakukan Ini

Yebi Abmi (43) menyesali perbuatannya, karena sudah main serong dengan pria lain. Yebi Abmi sudah bertekuk lutut sambil mencium kaki suaminya.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
tribunsumsel.com/edison
Istri pelaku pembunuhan di Diva Karaoke Family Prabumulih saat diamankan polisi. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Yebi Abmi (43) menyesali perbuatannya, karena sudah main serong dengan pria lain.

Yebi Abmi sudah bertekuk lutut sambil mencium kaki suaminya.

Namun penyesalan Yebi Abmi, tak bisa mengembalikan keadaan semula.

Sang suami sudah terlanjur menghilangkan nyawa Ario Fernando (34) pacar sang istri.

Sang suami sekaligus pelaku yakni Rivat Eka Putra (43) nampaknya belum memberikan maaf kepada sang istri.

Hal ini terlihat dari permintaan pelaku, supaya istrinya itu juga dijebloskan ke penjara.

Pengakuan Rivat

Rivat Eka Putra sudah sering mengetahui tingkah sang istri Yebi Abmi dengan Ario Fernando berselingkuh di belakangnya.

Meski sudah mengetahui, Rivat hanya menegur keduanya.

Supaya tak lagi mengulangi kesalahan.

Namun rupayanya, teguran pelaku tidak dihiraukan keduanya.

Baik Yebi sang istri pelaku maupun Ario korban, masih sering menjalin hubungan.

"Saya kesal dengan korban dan istri saya karena mereka selingkuh," ungkap pelaku ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Polres Prabumulih, Rabu (25/11/2020).

Puncaknya di Tempat Karaoke

Puncaknya kekesalan Rivat terjadi pada Rabu (25/11/2020) saat sang istri bertemu korban di salah satu tempat karaoke di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Rabu (25/11/2020).

Ternyata Rivat mengetahui pertemuan keduanya itu dari GPS yang dipasang pelaku ke motor istrinya.

Motor Vario yang dikendaraan sang istri berhenti di sebuah lokasi karaoke di kota itu.

"Pas saya lagi kerja, saya lihat GPS motor istri ke tempat karaoke, saya lihat sekitar 30 menit lamanya berada di sana.

Kalau beli makanan tidak mungkin, lalu saya izin ke bos kantor untuk pulang dan langsung ke TKP," jelasnya.

Saat itulah penusukan terjadi.

Korban meregang nyawa di dalam room karaoeke.

Sedangkan pelaku yang masih berada di TKP ditangkap pihak keamanan.

Kronologi kejadian

Manager tempat karaoke Diva Family Prabumulih, Egus mengungkapkan pembunuhan bermula sekira pukul 13.30 seorang perempuan berjilbab check in karaoke sendirian di room 3.

"Lalu setelah 15 menit datang seorang laki-laki ke dalam room dan di dalam kita tidak tahu karena mereka karaoke," ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Egus menuturkan, setelah itu 30 menit pasangan itu karaoke tiba-tiba datang seorang pria namun ditegur security dan ditanya apakah mau karaoke atau tidak.

"Katanya mau karaoke dan ditanya sudah check in belum dijawab belum, lalu disuruh check in lewat Whatsapp karena tak bisa masuk kalau belum.

Tapi alasan pelaku baru pulang kerja dan karena kepanasan izin minta masuk ke dalam sekalian nunggu teman katanya, karena alasan itu lalu diizinkan security," bebernya.

Lebih lanjut Egus menjelaskan, setelah pelaku masuk tiba-tiba dirinya mendapat kabar dari karyawan ada yang berkelahi lalu bersama security mencoba memisah dengan menarik pelaku yang membawa pisau.

"Kita coba tarik tapi tidak bisa karena tenaga pelaku kuat, posisi saat itu pelaku hendak menusuk wanita bukan laki-laki.

Lalu kami keluar memanggil polisi, setelah sampai sini perempuan sudah di luar gedung dengan darah semua," jelasnya.

Sementara pelaku usai membunuh duduk di kursi ruang karaoke room 3 sembari melihat korban bersimbah darah.

"Kami bersama polisi menangkap pelaku di room, dia tidak kabur tapi di dalam room," katanya.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman yang mengatakan pembunuhan dilakukan pelaku karena kesal sang istri ada hubungan spesial dengan korban.

"Korban tewas ditempat dengan tiga luka tusuk di leher dan di tangan, motif diduga cemburu karena pelaku merasa istrinya ada hubungan dengan korban," katanya.

Kenal di Facebook

Sementara istri pelaku yakni Yebi Ambi mengakui telah menjalin hubungan asmara dengan korban sejak lima bulan lalu.

"Kami sudah menjalin hubungan selama lima bulan ini," katanya.

Yebi menuturkan, kenal dengan korban dari media sosial facebook berawal dari saling komen dan kenalan.
"Terus kami pacaran, (selingkuh) karena rasa nyaman," lanjutnya seraya mengaku memiliki anak tiga.

Lebih lanjut Yebi mengakui setiap minggu bertemu korban minimal dua kali.

"Seminggu dua kali, ini ketiga kali ketemua," tambahnya.

Pelaku Lega

Pasca melakukan pembunuhan, tersangka Rivat Eka Putra (43) masih menjalani pemeriksaan intensif petugas Satreskrim Polres Prabumulih.

Rivat yang dibincangi wartawan dan polisi nampak tenang serta tanpa adanya penyesalan.

Bahkan pria tiga anak itu nampak lega setelah melakukan pembunuhan sadis terhadap Ario Fernando (34) warga Jalan Tangkuban Perahu Kelurahan Muaradua yang merupakan selingkuhan istrinya.

Kepada petugas kepolisian bahkan warga Jalan Kerinci Vina Asri Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur itu meminta agar sang istri juga di penjarakan.

"Sepertinya pelaku lega karena sudah lama mengetahui dan sudah berkali-kali diingatkan, malahan kemarin dia (pelaku-red) minta istrinya itu dipenjarakan juga, mungkin kesal," ungkap sumber di kepolisian enggan nama disebutkan, Kamis (26/11/2020).

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved