Protes ke Perusahaan, Warga PALI Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan Migas)yang beroprasi diwilayah tersebut yang seakan mengabaikan kepentingan masyarakat

Penulis: Reigan Riangga | Editor: aminuddin
reigen rangga
Warga Talang Kampai Dusun IV Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI saat menanam pohon pisang di tengah jalan 

SRIPOKU.COM, PALI -- Sejumlah warga Talang Kampai Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menanam pohon pisang di tengah jalan. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) yang beroprasi diwilayah tersebut yang seakan mengabaikan kepentingan masyarakat. 

Sebab, jalan rusak dan bergelombang ini menjadi akses utama perekonomian masyarakat sekitar, sehingga mengganggu aktivitas warga mengeluarkan hasil tani. 

"Kalau kita mau jual hasil pertanian susah Pak, kadang gerobak getah sering nyangkut, bahkan terguling karena kondisi jalan tak rata.

Seharusnya perusahaan juga memperhatikan kepentingan masyarakat dengan kondisi ini," keluh Burlian, warga Desa Benuang yang turut menaman pohon pisang, Kamis (26/11/2020).

Menurut pria yang kesehariannya menyadap pohon karet ini, hal tersebut sudah sering terjadi, bahkan ia berasumsi bahwa pihak perusahaan Migas seakan menutup mata melakukan pembiaran terhadap kondisi jalan seperti itu.

"Kalau kendaraan perusahaan kan bagus, jadi tidak akan terasa melintasi jalan yang rusak dan bergelombang seperti ini.

Jangan hanya mengambil keuntungan saja," tegasnya.

Sementara, Safirin, anggota DPRD Kabupaten PALI meminta agar hadirnya perusahaan Migas terutama milih negara disuatu wilayah, dapat berdampak positif bagi masayarakat sekitar dan dapat membantu daerah.

"Perusahaan ini sudah puluhan tahun beroprasi wilayah sini (Talang Kampai), seharusnya sudah banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat," ungkap politisi PDIP tersebut. 

Ia mengaku akan berusaha untuk memperjuangkan keinginan masyarakatnya, terhadap keberadaan perusahaan Migas yang beroprasi di wilayah tersebut.

"Saat keinginan atau harapan masyarakat terkait keberadaan perusahaan plat merah tersebut tidak sesuai, atau bahkan malah merugikan masyarakat, wajar jika ada bentuk protes sebagai orang awam dari masyarakat," jelasnya.

"Kami lihat perusahaan PT Pertamina dalam hal ini di wilayah kerja asset 2 Adera Field tidak ada kontribusi untuk masyarakat terutama di Talang Kampai dusun IV Benuang ini.   

Baik itu bentuk CSR ataupun bantuan bangunan lainnya." jelasnya. 

Humas PT Pertamina Adera, Nursella menuturkan, bahwa pihak Pertamina Adera sudah berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat yang mana perbaikan sedang menunggu alat yang masih dipakai di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi. 

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved