Mengenal Sosok Kodim 0406 Letkol Inf Erwinsyah Taufan Lebaran Minta Seragam Loreng & Pistol-pistolan

Mengenal lebih dekat Letkol Infanteri Erwinsyah Taufan sudah enam bulan bertugas menjadi Kodim 0406 Musi Rawas Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara.

Editor: adi kurniawan
TRIBUNSUMSEL.COM/Eko Hepronis
Letkol Infanteri Erwinsyah Taufan sudah enam bulan bertugas menjadi Kodim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Letkol Infanteri Erwinsyah Taufan sudah enam bulan bertugas menjadi Kodim 0406 Musi Rawas tergabung juga Kodim 0406 Lubuklinggau dan Kodim 0406 Musi Rawas Utara.

Sulung dari empat bersaudara ini ternyata mempunyai kisah haru sebelum berada dalam kesatuan militer saat ini.

Letkol Infanteri Erwinsyah Taufan mengaku, pernah beberapa kali gagal bahkan sempat prustasi test masuk Akademi Militer (Akmil), sebelumnya akhirnya dinyatakan lulus menjadi Taruna Akmil.

Erwin mengatakan, mempunyai darah militer berasal dari neneknya Saisohar.

Saisohar adalah satu-satunya orang di keluarganya yang berasal dari tentara satuan.

"Meskipun ada anaknya (saudara ibu) ada jadi dokter tentara tapi bukan dari pasukan."

"Sejak anaknya pensiun itu tidak ada penerus keluarga kami," kata Erwin pada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Kisah ceritanya bermula pada saat SMA tahun 1995, saat ia minta pendapat pada neneknya (Saisohar) untuk menjadi tentara, pada saat itu neneknya sangat mendukungnya.

Baca juga: Suami Pilot Tinggal di California, Istri Perwira TNI AD di Jakarta: Meski LDR, Mayor Ifa Lulus Sesko

"Nek boleh tidak saya jadi tentara, dijawabya langsung bagus, biar ada penerus nenek, sejak saat itu saya ingin jadi tentara," ungkapnya.

Ditambah sejak kecil menurut cerita kedua orang tuanya, ia sudah senang dunia militer, bahkan setiap lebaran ia mengaku ingin selalu dibelikan baju loreng dan pistol mainan.

"Cerita mak sama bak saya setiap lebaran minta dibelikan seragam militer."

"Kemudian selalu minta diberikan pistol-pistolan, kebiasaan itu saya lakukan sampai kelas lima SD," ujarnya.

Bahkan, setiap ada uang pemberian orang tuanya atau keluarganya ia selalu membeli pistol mainan sendiri.

"Zaman kami dulu ada pistol berisi peluru plastik, kalau ditembakkan bunyinya cetas-cetas itu, saya selalu beli mainan itu," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved