Breaking News:

Cerber Mangkuk (21) : Terharu

"TERHARU aku Wil," ucap Mr Jango. Pengen rasanya menangis, tapi enggan dan malu hati karena merasa diri ini sudah tua. "Aku juga Ngo," kata William

bright side
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - "TERHARU aku Wil," ucap Mr Jango.

Pengen rasanya menangis, tapi enggan dan malu hati karena merasa diri ini sudah tua.

"Aku juga Ngo," kata William sambil menahan geli yang membuat Mr Jango penasaran.

"Kamu kamu Wil?"

"Enggak Ngo.

Enggak."

"Itu .. Barusan.

Perasaan kulihat kamu ketawa ditahan.

Kalau memang terharu enggak begitu."

"Maaf Ngo.

Aku terpaksa begitu  karena tugas kita ..."

Akhirnya Wil liam berterus terang.

"Maksud kamu Wil?"

"Kita berdua kan cari orang yang membunuh kolega Mr Rahman.

Hidup atau mati.

Bagaimana kita berhasil menjalankan tugas kalau tengok orang sedih kita ikut sedih."

Ha ha ha ha ...

"Kalau itu lain Bro.

Itu tugas yang tidak bisa tidak harus berhasil.

Tidak boleh gagal.

Lah, kalau ini perasaan Bro.

Kita tak boleh bohongilah perasaan.

Jadi, intinya harus dibedain.

Mana tugas dan mana tidak."

Sesaat obrolan mereka terhenti ..

Kenapa ya?

Bu Anisah pamitan pulang.

Dia urungkan shoping hari ini.

Perasaannya berkecamuk antara lega, cemas dan kesal.

"Kita ikuti Ngo?" William merasa Mr Jango sudah tidak bernafsu lagi.

Itu awalnya.

Tapi, setelah Bu Anisah dan dua anaknya keluar dari mal  menuju areal parkir bawah tanah, pikiran Mr Jango berubah seketika.

"Ayo kita susul Wil!"

"Ayoooo ..."

Cerber Mangkuk (21)

Terharu

Oleh Wak Amin

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved