Breaking News:

Puisi Conie Sema : Kucing dan Dadu

Setelah lama vakum berkesenian, tahun 2016, ia kembali menggarap pertunjukan teater, menulis dan menyutradarai 2 naskah drama  Majhi dam Rawa Gambut

Editor: aminuddin
Cat Friendly Homes
Ilustrasi - Anak Bermain dengan kucing. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Conie Sema adalah pendiri Teater Potlot sebagai penulis naskah drama. 

Ia mengawali menulis lakon drama mengisi program sandiwara di TVRI Palembang. 

Selain menulis naskah teater, juga menyutradarai pertunjukan.

Conie juga cukup lama bergelut di dunia jurnalistik. 

Ia sempat kerja di beberapa media daerah dan nasional, terakhir sebagai koresponden RCTI, liputan wilayah Lampung.

Selama bekerja di media ia banyak menulis esai-esai budaya.

Tahun 2009 meluncurkan novel pertamanya Perahu, bercerita tentang kehidupan masyarakat pesisir Teluk Lampung.

Novel keduanya Lebak.

Novel ini berlatar kehidupan di kawasan gambut, Pesisir Pantai Timur, Sumatera Selatan.

Setelah cukup lama vakum berkesenian, tahun 2016, ia kembali menggarap pertunjukan teater, menulis dan menyutradarai dua naskah drama Majhi dam Rawa Gambut.

Baca juga: Puisi Ia Menangis Karya Goenawan Mohamad

Tahun 2016 juga ia mulai menulis puisi. 

“Saya butuh puisi untuk bermain nafas pendek,” ujarnya.

Berikut salah satu puisinya yang berjudul 'Kucing dan Dadu' :

Kucing dan Dadu

Kau akan pergi setelah
meletakkan tikus-tikus di
dapurku.

Dua mangkuk dadu
menelungkup berhadapan.
Meja kayu.

Lantai penuh angka.
Wajahmu.
Kita pernah bertemu
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved