Covid19
Kepala BNPB Minta Maaf Soal Bagikan Masker di Acara Habib Rizieq
KEPALA BNPB Letjen TNI Doni Monardo meminta maaf atas pembagian masker dan hand-sanitizer pada acara pemimpin FPI Habib Rizieq, Sabtu (14/11).
SRIPOKU.COM -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo meminta maaf atas pembagian masker dan hand sanitizer dalam kegiatan yang digelar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq (55).
Petugas BNPB membagikan alat pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 di acara Habib Rizieq itu, Sabtu (14/11) siang. Penyerahan bantuan masker kepada penyelenggaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan panitia pernikahan puteri Rizieq Shihab, di kawasan Petamburan, Tanahabang, Jakarta Pusat.
Doni mengatakan, pembagian masker 20.000 masker dan hand sanitizer tersebut dimaksud sebagai langkah terakhir karena acara yang mengundang 10.000 massa itu, tidak bisa dicegah.
"Sekali lagi mohon maaf apabila langkah-langkah yang telah dilakukan ini mungkin banyak pihak yang kurang senang," kata Doni dalam keterangannya yang disampaikan Senin (16/11).
Doni Monardo yang mantan Danjen Kompassus, yang juga Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 menegaskan, pemberian masker merupakan langkah terakhir karena kegiatan tak dapat dicegah. Pemprov DKI Jakarta, tidak mampu mengehentikan acara tersebut.
Padahal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ---yang juga sempat berkunjung ke kediaman Habib Rizieq, sedang memberlakukan status Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pengcehan penularan pandemi virus corona.
"Pemberian masker ini bukanlah bagian dari upaya mendukung acara. Dari awal kami selalu berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta, baik kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta maupun Gubernur DKI Jakarta, serta para pejabat dinas-dinas terkait di DKI Jakarta," kata Doni Monardo.
Pembagian masker itu menurut Doni, dimaksudkan untuk perlindungan bagi masyarakat agar tidak terpapar Covid-19.
"Sekali lagi kepada semua pihak, terutama kepada tokoh-tokoh yang masih memiliki keinginan untuk menyelenggarakan acara-acara yang menciptakan kerumunan, tolong ini ditunda dulu sampai kondisi pandemi ini bisa kita kendalikan," katanya.
BNPB meperoleh kritikan dari masyarakat yang datang membagikan masker dan hand sanitizer bagi warga yang hadir di acara yang digelar Habib Rizieq tersebut. Sikap BNPB ini dinilai tak tegas untuk patuh protokol kesehatan.
Kedatangnan Habib Rizieq dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa pagi pekan lalu, mendapat sambtan gegap gempita oleh ribuan pendukungnya. Kerumunan besar terjadi di berbagai tempat dan dianggap melanggar protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan pandemi Covid-19.
Sejak kedatangan itu, rangkaian kerumunan massa terjadi pula dalam penyambutan Habib Rizieq di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Begitupula pada rangkaian acara pernikahan puteri Habib Rizieq yang berbarengan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Pusat, Sabtu (14/11) malam, terjad kerumunan massa yang diklaim mencapai 10.000 orang. Acara berlanjut hari Minggu (15/11) dalam acara resepsi pernikahan puteri Habib Rizieq di kawasan Petamburan, Tanahabang, Jakarta Pusat.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Pemprov DKI Jakarta, telah menerapkan sanksi atas pelanggaran acara itu. Keluarga Rizieq Shihab, dikenakan hukuman denda membayar membayar denda atas pelanggaran aturan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke DKI Jakarta.
Menantu Rizieq Shihab, Hanif Alatas menjelaskan, keluarga menerima surat sanksi denda terkait pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat menyelenggarakan kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq, Syarifah Najwa Shihab, Sabtu malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bantah-cekal-habib-rizieq-shihab-mahfud-minta-salinan-bukti-coba-fotokopinya-dikirimkan-ke-saya.jpg)