Partai Baru
Amien Rais Ingin Gabung Partai Masyumi, Kalau Partai Ummat Lebih Besar, Please Join Us
POLITISI gaek Amien Rais menyatakan akan membubarkan Partai Ummat yang baru didirikannya dan siap bergabung ke Partai Masyumi.
SRIPOKU.COM -- Mantan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais akan membubarkan Partai Ummah yang baru didirikannya, jika Partai Masyumi menjadi lebih besar.
Mantan Ketua MPR RI ini, menghadiri deklarasi Partai Masyumi di aula Masjid Al Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.
"Jadi kalau nanti misalnya Masyumi lebih besar, Partai Ummat saya bubarkan, saya ikut Masyumi," kata Amien, dalam acara deklarasi, yang disiarkan secara virtual itu.
Namun demikian, jika nantinya Partai Ummat ternyata menjadi lebih besar daripada Partai Masyumi, Amien mengajak orang yang tergabung dalam Partai Masyumi untuk bergabung ke Partai Ummat. "Tapi kalau Partai Ummat lebih besar, please join us," kata Amien.
Baca juga: Saat Ketemu Rombongan Moge di Jalan Raya Jangan Panik, Menghindar Saja Agar Terhindar dari Konflik
Amien juga memberikan wejangan kepada orang-orang yang kembali membangkitkan Partai Masyumi. Mereka diminta optimis dan yakin dapat memecahkan masalah. "Kalau ada orang buat partai, tapi nggak yakin akan objektif untuk memecahkan masalah, ya nggak usah berpartai. Jadi harus yakin," kata dia.
"Jadi sekarang Masyumi silakan deklarasi. AD/ART-nya diproklamasikan, narasinya sudah jelas dan yang disasar adalah anak cucu Masyumi ideologis dan anak cucu Masyumi biologis. Kalau digabung ini insyaallah akan lebih besar," katanya.
Deklarasi Partai Masyumi dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-75, partai didirikan pada tahun 1945. "Kami yang bertanda tangan di bawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan 'Masyumi'," ujar Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) , A Cholil Ridwan, saat memimpin deklarasi.
Cholil mengatakan, Partai Masyumi akan berjihad agar ajaran dan hukum Islam di Indonesia terlaksana. Peserta deklarasi yang hadir pun langsung meneriakkan takbir mendengar deklarasi tersebut. Tak hanya deklarasi, dalam acara itu rencananya akan diumumkan pula Majelis Syuro dari Partai Masyumi.
Majelis Syuro Partai Masyumi di antaranya terdapat nama mantan Penasihat KKP Abdullah Hehamahua, mantan Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, Budayawan Ridwan Saidi, hingga Kiai Abdul Rosyid Syafei.
Pada awal pidatonya, Cholil Ridwan menyinggung kemenangan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 lalu karena didukung oleh ormas Nahdlatul Ulama (NU). DIkatakan, Ma'ruf Amin (wakil presiden) berjasa besar dalam kemenangan Jokowi.
"75 tahun kita merdeka, ada organisasi NU yang anggotanya puluhan juta, ormas Muhammadiyah anggotanya jutaan, sampai-sampai kalau ada apa-apa, yang diundang hanya Muhammadiyah dan NU. Dulu yang diundang juga Dewan Dakwah. Ketahuan Dewan Dakwah bukan ormas," kata Cholil.
"Tapi apa makna dua ormas besar ini, bila sedang berhadapan dengan masalah, Pak Ma'ruf Amin memberikan jasa yang sangat besar pada kemenangan Jokowi. Atas nama ormas NU, jika massa puluhan juta ormas NU mendukung Jokowi menjadikan Jokowi menang mengalahkan Prabowo, capres dari ulama dan umat Islam," katanya.
Namun ketika Jokowi sudah menjabat sebagai presiden kembali, Cholil mempertanyakan posisi Menteri Agama serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tak diisi oleh perwakilan NU dan perwakilan Muhammadiyah.
Posisi tersebut justru diisi oleh Fachrul Razi pada Menteri Agama, dan Nadiem Makarim pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.Keduanya dianggap tak memiliki afiliasi baik kepada NU ataupun Muhammadiyah.
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik kehadiran partai-partai politik islam baru, seperti Partai Ummat yang didirikan Amien Rais hingga Partai Masyumi yang bangkit kembali dan baru saja dideklarasikan hari ini. "PKS menyambut baik berdirinya Partai Ummat, selamat dan kami sampaikan welcome. Begitu juga dengan Partai Masyumi reborn, kami sampaikan selamat dan kami menghormati sikap daripada tokoh-tokoh ini karena itu memang bagian daripada hak konstitusional yang diberikan UUD untuk bebas berserikat dan berkumpul, tentulah beliau yang sangat senior sudah mempertimbangkan segalanya," ujar HNW.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/amien-rais-lilik-yuliantoro.jpg)