Pemilu AS

Hari Ini Warga AS Pilih Joe Biden atau Donald Trump ke Gedung Putih

Warga AS hari ini (Selasa, 3/11 atau malam WIB) memberikan suaranya pada Pemilu 2020. Rakyat menentukan Biden atau Trump ke Gedung Putih.

Editor: Sutrisman Dinah
Net
Joe Biden (kiri) dan Donald Trump (kanan) 

SRIPOKU.COM --- Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020 digelar hari ini (Selasa, 3/11) pukul 6.00 waktu setempat atau Selasa malam WIB. Rakyat AS akan memberikan dukungannya, Joe Biden atau Donlad Trump yang akan berkantor fi Gedung Putih sampai tahun 2024.

Hasil pemilihan ini akan menentukan siapa pemimpin berikutnya, sesuai sistem pemilihan di AS, hasil penghitungan suara masih akan ditentukan oleh lembaga Pemli atau Electoral College.

Pemenang Pilpres AS tidak ditentukan oleh kandidat yang memperoleh suara terbanyak, tetapi Electoral College di masing-masing negara bagian menentukan hasil dalam sistem pemenang kontroversial. Kemenangan di masing-masing calon di wilayah pemilihan, akan menentukan kemenangan.

Jumlah pemilih Electoral College tergantung dari luas wilayah negara bagian dan populasinya. Negara bagian California adalah yang terbanyak dengan 55 orang pemilih electoral.

Sistem pemilihan "lebih sederhana" dan lebih cepat diketahui siapa calon presiden pemenang, telah berlaangsung beberapa periode pemilihan. Hadirnya sistem ini juga disesuaikan dengan bentuk negara yang federal.

Electoral College terdiri dari 538 pemilih yang terpilih dalam pemilihan umum sebelumnya. Calon presiden yang mendapatkan mayoritas 270 suara dalam tahap ini akan memenangkan pemilu presiden.

Baca juga: Peta Dukungan Calon Pemilu Presiden AS, Joe Biden atau Donald Trump Lagi?

Meski beberapa survei telah mengungkapkan bahwa Biden berhasil memenangkan pemilihan periode ini karena adanya sistem electoral vote, maka bisa jadi itu semua tidak berarti.

Seperti Pemilu AS periode 2000, Bush kalah dalam pemilu melawan Al Gore memperoleh dukungnan suara pemilih 51 persen. Sedangkan George Bush menang di Electoral College dengan 271 melawan 266.

 Kemudian, pada Pemilu AS tahun 2016 lalu situasi ini terulang, saat periode pertama Donald Trump berhadapan dengan calon Partai Republik Hillary Clinton. Ketika itu, Trump kalah dukungan suara popular vote dari Hillary Clinton, angka cukup telaj yakni hampir tiga juta suara.

Namun Trump tetap memenangkan Pilpres dan menjadi presiden AS di Electoral College  meraih 304 suara elektoral.

Selain Electoral College, perbedaan lainny dalam sistem Pemilu Presiden AS yakni diberlakukannya early voting. Warga AS dapat memberikan suara sebelum bisa memilih sebelum waktu resmi pemilihan. Saat ini, sebagian warga AS telah memberikan suaranya menggunakan kertas suara yang dikirim lewat kantor pos.

Sampai sejauh ini, lebih 91,6 juta warga AS telah memberikan suaranya. Menurut survei di semua 50 negara bagian dan Washington DC yang dilakukan Edison Research, dan Catalist, suara ini mewakili sekitar 43 persen dari pemilih yang terdaftar secara nasional.

Sehingga hasil Pilpres AS 2020 tidak dapat langsung diketahui pada malam usai pencoblosan dan bahkan pakar memperkirakan hasilnya bisa diketahui berminggu-minggu.

Baca juga: Joe Biden DIsebut Ungguli Donald Trump, Semakin Panas Jelang Pemilu AS

Dilansir CNN, 16 negara bagian telah menyaksikan lebih dari setengah dari pemilih terdaftar memberikan suara menjelang 3 November. Lebih dari 91,6 juta surat suara mewakili sekitar 67 persen (dari 136,5 juta surat suara) dalam pemilihan presiden 2016 lalu.

Pada Jumat kemarin, Texas dan Hawaii melampaui jumlah total partisipasi mereka dari pemilu 2016. Sebanyak 35 negara bagian dan Washington DC juga telah melewati setengah dari total pemberian suara mereka pada 2016.

Termasuk 13 dari 16 negara bagian dengan peringkat paling kompetitif, Texas, Georgia, North Carolina, Nevada, Florida, Arizona, Colorado, Wisconsin, Maine, Iowa, Michigan, Minnesota, dan Nebraska. Hasil survei, di negara-negara bagian ini, masing-masing memperoleh dukungan kuat dan selisih tipis.****

____________________ 

Sumber: berbagai sumber

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved