Pemilu AS

Donald Trump Beri Sinyal Tolak Hasil Pemilu Jika Kalah dari Joe Biden

CALON presiden AS petahana dari Partai Republik, Donald Trump, memberi sinyal akan menolak hasil Pemilu jika ia kalah.

Editor: Sutrisman Dinah
Net
Joe Biden (kiri) dan Donald Trump (kanan) 

SRIPOKU.COM --- Calon Presiden AS 2020 dari Partai Republik Donald Trump, memberi sinyal akan menolak hasil Pemilu, seandainya dia kalah. 

Pada hari-hari penutupan kampanye, pendukung Trump "memainkan" isu tentang kecurangan pemilihan. Sekalipun pada Pemilu empat tahun lalu, sebenarnya Donald Trump hanya mememangkan satu kursi parlemen untuk mengungguli calon Partai Demokrat Hillary Clinton (ketika itu).  

Dilansir CNBC.com, seperti dikutip Tribunnews.com, Jumat (31/10) pagi, pada kampanye di tempat terbuka di Arizona pada Rabu lalu (Kamis WIB), Trump mengatakan polling yang menunjukkan calon persiden Partai Demokrat Joe Biden, sebagai informasi palsu.

Trump dengan kata-katanya itu, meningkatkan ekspektasi pendukungnya atas kemenangan. Ia juga khawatir akan adanya penipuan atau kecurangan pemilu.

Hasil penelitian yang berulang kali, kecurangan dalam pemilu adalah sangat jarang terjadi, dan dalam banyak kasus justru tidak ada.

"Masalah terbesar yang kami hadapi adalah jika mereka curang dengan surat suara. Itu masalah terbesar saya," kata Donald Trump kepada pendukungnya di Bandara Phoenix Goodyear, pekan lalu.

"Itulah satu-satunya hal yang saya khawatirkan."

Baca juga: Keturunan Indonesia di Amerika Berbeda Pilihan, Survei Unggulkan Joe Biden

Presiden AS Donald Trump setelah berbicara dalam rapat umum Make America Great Again di Bandara Phoenix Goodyear 28 Oktober 2020, di Goodyear, Arizona.
Presiden AS Donald Trump setelah berbicara dalam rapat umum Make America Great Again di Bandara Phoenix Goodyear 28 Oktober 2020, di Goodyear, Arizona. (Brendan Smialowski / AFP)

Pengikut pun mendukung klaimnya.

"Jika presiden kalah, saya pikir itu adalah penipuan pemilu masif," kata Tammy Byler (54), manajer operasi di Waddell, Arizona.

"Ada begitu banyak penipuan pemilih yang terjadi," katanya.

Byler, yang mengatakan bahwa dia mengikuti QAnon, sebuah teori konspirasi sayap kanan, menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan memenangkan pemilihan umum.

Dia menyatakan tidak percaya Trump bisa secara sah mendapatkan suara lebih sedikit daripada lawannya. "Mari kita lihat kerumunannya," katanya.

"Joe Biden hampir tidak mendapatkan apa pun."

Benih keraguan yang ditumbuhkan menunjukkan tantangan besar bagi Biden jika dia terpilih dan berusaha untuk menyatukan negara.

Tidak ada kandidat presiden utama AS yang pernah menolak menerima hasil pemilu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved