Serangan di Perancis
RANGKAIAN Serangan Tewaskan Warga Perancis, Pasca-kartun Nabi Muhammad di “Charlie Hebdo”
RANGKAIAN serangan yang menwaskan warga Perancis terjadi pasca-penembakan pasca-pemuatan kartun Nabi Muhammad di majalah Charlie Hebdo di Paris.
SRIPOKU.COM -- Serangan yang dilakukan seorang pria di dekat Gereja Notre Dame, Kota Nice, Perancis, Kamis (29/10), merupakan rantai peristiwa terkait majalah satir, Charlie Hebdo sejak tahun 2015.
Serangkan itu telah menewaskan tiga orang, seorang diantaranya adalh perempuan yang tewas dengan luka di leher. Selain tiga korban tewas, disebutkan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Walikota Nice, Christian Estrosi, menggambarkan peristiwa penyerangan ini sebagai aksi terorisme, yang terjadi kurang dari dua pekan setelah terjadi serangan terhadap seorang guru sekolah menengah di pinggiran Kota Paris.
Guru bernama Samuel Paty (27), diserang pemuda berusia 18 tahun berasal Chechnya (Rusia). Penyerang Paty, Abdullakh Anzorov, ditembak ketika akan ditangkap.
Sebelumnya, Paty mengajar di kelas menggunakan alat peraga gambaran kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan ulang majalah Charlie Hebdo, pada bulan September 2020. Paty menggambarkan, pemuatan karikatur itu merupakan kebebasan berekspresi.
Baca juga: Serangan Tewaskan Tiga Orang di Nice Diduga Aksi Terorisme, Seorang Korban Perempuan
Baca juga: Produk Perancis Diboikot, Presiden Macron Umumkan Lock-down Secara Nasional
Sebelum dua kejadian itu, telah terjadi beberapa penyerangan di Perancis selama beberapa tahun terakhir yang disebut sebagai aksi terorisme oleh pemerintah Perancis.
Berikut deretan kasus penyerangan yang dilansir dari Reuters, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (29/10):
1. 25 September 2020;
Dua orang ditikam dan terluka di Paris di dekat bekas kantor majalah Charlie Hebdo; Pada tahun 2015, di lokasi ini terjadi serangan mematikan yang dilakukan seorang pria yang berasal dari Pakistan.
2. 3 Oktober 2019;
Mickael Harpon, spesialis IT berusia 45 tahun dengan izin keamanan untuk bekerja di Markas Polisi Paris, membunuh tiga petugas polisi dan seoranng pegawai sipil. Kemudian ditembak mati oleh polisi.
3. 23 Maret 2018;
Seorang pria bersenjata membunuh tiga orang di Barat Daya Perancis setelah mengangkat sebuah mobil, menembaki polisi, dan menyandera orang di supermarket. Dia berteriak, “Allahu Akbar”, sesaat sebelum pasukan menyerbu dan dan membunuhnya.
4. 26 Juli 2016;
Dua penyerang membunuh pendeta dan melukai sandera lainnya di sebuah gereja di Perancis Utara sebelum ditembak mati polisi. Presiden Perancis (pada saat itu), mengatakan penyandera adalah orang yang berjanji setia kepada ISIS.
5. 14 Juli 2016;
Seorang pria bersenjata mengendarai truk berat menabbrak kerumunan orang yang merayakan Bastille Day di kota Nice, Perancis.
Persitiwa itu menewaskan 86 orang dan melukai puluhan orang lainnya, dalam serangan yang diklaim oleh ISIS. Penyerang diidentifikasi sebagai warga Perancis kelahiran Tunisia.
6. 14 Juni 2016;
Warga Negara Perancis asal Maroko menikam komandan polisi hingga tewas di pinggiran kota Paris dan membunuh rekannya.. Penyerang mengatakan negosiator selama pengepungan bahwa dia menjawab seruan ISIS.
7. 13 November 2015;
Serangan senjata dan bom mengguncang Kota Paris, terjadi hampir bersamaan . 130 orang tewas dan 368 lainnya luka-luka.
ISIS mengatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Dua dari 10 pelaku diketahui, adalah warga negara Belgia dan tiga lainnya adalah warga Perancis.
8. 7-9 Januari 2015;
Dua militan Islamis menerobos kantor editorial mingguan satir, Charlie Hebdo dan menghujani dengan tembakan dan menewaskan 12 orang.
Militan lainnya membunuh polisi wanita pada hari berikutnya, dan melakukan penyanderaan di supermarket pada 9 Januari, yang menewaskan 4 orang sebelum polisi menembaknya hingga tewas.****
Sumber: Kompas.com, "Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis ", https://www.kompas.com/global/read/2020/10/29/191208470/deretan-kasus-serangan-terorisme-yang-membunuh-sejumlah-warga-di-perancis?page=all#page2