Pria di Palembang Dibunuh di Rumah

Pembunuhan di Kertapati Palembang Terekam CCTV, Warga: Fran & Pelaku Ada Masalah, Korban Lalu Pindah

"Kalau Fran itu memang orang sini dulunya, karena ada masalah jadi dia pindah. Kalau pelaku itu datangan, bukan asli sini,"

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/pahmi
Istri Fran yang menangisi kematian suaminya pasca jadi korban pembunuhan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Fran (21), korban pembunuhan yang terjadi di salah satu tempat usaha tenda yang berada Jalan Meranti, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati Palembang, Rabu (28/10/2020) siang ternyata dulunya lama tinggal di daerah tersebut.

Menurut informasi yang didapat Sripoku.com di lokasi kejadian, korban merupakan warga yang telah lama tinggal di Jalan Meranti, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati Palembang.

Warga pun sudah kenal dengan korban Fran yang sudah memiliki istri tersebut.

Baca juga: Perwira Pertama Polisi Terbunuh Taji Ayam Aduan saat Gerebek Sabung Ilegal, Paha Kiri Tersayat

Salah satu warga sekitar menuturkan bahwa sebelumnya korban lama bekerja di salah satu usaha tenda tempat lokasi pembunuhan tersebut terjadi.

Namun, dikarenakan ada masalah, korban pun akhirnya pindah dan tidak lagi tinggal di daerah tersebut hingga akhirnya menikah dan menetap di rumah mertuanya.

Berdasarkan informasi yang didapat, permasalah tersebut adalah permasalahan antara korban dengan pelaku.

Tak diketahui pasti apa masalah antara keduanya hingga korban memilih pindah dan tidak lagi tinggal di daerah tersebut.

"Kalau Fran itu memang orang sini dulunya, karena ada masalah jadi dia pindah dan baru menikah dia itu mungkin belum sampai setahun.

Kalau pelaku itu datangan, bukan asli sini dia tinggal di belakang tempat tenda itulah," kata salah satu warga sekitar, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 Di Kabupaten Muaraenim Kembali Bertambah, Total Kasus Sudah Sentuh angka 730

Hal senada juga disampaikan oleh Tiara (24) yang tinggal di tempat usaha tenda tersebut. Dikatakan Tiara, korban sebelumnya sudah lama tidak lagi bekerja di tempat tenda ini.

Namun pagi tadi, korban sempat datang ke rumah pemilik tenda dan mengatakan untuk mau bekerja lagi ditempat tenda tersebut karena istrinya yang sedang hamil.

Sempat dijawab oleh pemilik tenda mengenai masalahnya yang belum berdamai dengan pelaku, akhirnya pemilik tenda pun mengizinkan kembali korban bekerja ditempat tersebut.

Korban pun bekerja seperti dulu membantu mengangkut besi-besi tenda kedalam mobil pickup.

Baca juga: Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan, Satgas Covid-19 Luncurkan Inovasi Baru, Ini Sistemnya

Namun, tepatnya sekira pukul 11.07 WIB, korban pun didatangi oleh kedua pelaku yang sempat terekam CCTV.

Terlihat dari rekaman CCTV tersebut kedua pelaku masuk dari luar kedalam tempat tenda tersebut dalam kondisi pagar yang agak tertutup.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved