Penanganan Virus Corona
CATATAN: 10 Bulan Wabah Covid-19, Ancaman Krisis dan Ketidakpastian
WABAH Covid-19 sudah melanda seluruh dunia sepanjang tahun 2020. Tak ubahnya seperti perang dan bencana, menimbulkan krisis dan ketidakpastian.
Penulis: Sutrisman Dinah | Editor: Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM – Sepuluh bulan wabah corona atau Coronaviruse Disease 2019 (Covid-19), menjadi wabah di seluruh dunia.
Badan Kesehatan Dunia atau WHO dan ahli kesehatan tak yang mampu memprediksi, kapan wabah yang menjadi pandemi ini berakhir.
Sampai Sabtu (24/10) malam, lebih dari 42,5 juta orang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. Data worldometers.info/coronavirus/… , mencatat hamper 10 juta kasus aktif. Kondisi kritis di seluruh dunia masih tercatat 76.661 orang, sisanya 9,9 juta dikategorikan kondisi menengah.
Sementara angka kematian global tercatat 1.150.677 kasus. Angka kesembuhan tecatat 1,1 juta orang.
Informasi situs WHO yang dapat dilakukan perbaruan setiap jam, menunjukkan tujuh Negara mencatatkan lebih dari 1 juta warga terinfeksi Covid-19. Amerika Serikat merupakan Negara yang paling banyak penduduknya yang terpapar virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China Bagian Tengah.
Negara lainnya yang mencatatkan lebih dari 1 juta kasus, yakni India (7.814.682), Brazil (5.355.650), Rusia (1.497.167), Spanyol (1.110.372), Argentina (1.069.368), dan Perancis (1.041.075) kasus.
Sementara penambahan kasus baru dalam rentang 24 jam terakhir adalah Rusia, yakni bertambah 16.500 kasus lebih. Kemudian, Amerika Serikat 5.000 lebih kasus baru. Sedangkan Indonesia, kasus baru tercatat 4.070).
Indonesia kini berada di 20 negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak, tepatnya di urutan ke 19 dengan total kasus 385.980. Saat ini, berada di atas Filipina dengan jumlah kasus positif Covid-19 367.819.
Dengan angka kasus aktif 9,9 juta di seluruh dunia dan penambahan berkisar 300.000 sampai 400.000 kasus baru setiap hari, masih jauh untuk dikatakan wabah pandemi ini terkendali. Bahkan dapat dikatakan, angka tersebut masih mengkhawatirkan.
Pandemi virus corona yang berjalan lebih 10 bulan, dan masih akan berlanjut pada bulan-bulan ke depan; Bahkan sampai tahun depan, tidak ada kepastian segera berakhir --sekalipun vaksin ditemukan.
Sejumlah Negara, khususnya di Eropa diingatkan akan ancaman wabah Covid-19 gelombang kedua. Artinya, kekhawatiran muncul kasus baru masih sangat terbuka; Apalagi sebagian masyarakat menganggap enteng dan tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Di sisi lain, bukan hanya pemerintah yang ragu-ragu menerapkan lock down dengan alasan ekonomis, sebenarnya cukup logis. Di sisi lain, sebagian masyarakat protes atas pembatasan atau sejenis lock down wilayah karena dinilai membatasi kebebasan individual.
Kekhawatiran ini semakin bertambah, apalagi WHO mengingatkan bahwa situasi saat ini memasuki masa kritis. Seperti disampaikan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip berbagai media hari ini.
"Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya," kata Tedros, seperti dikutip jaringan stasiun televise Euronews.
Ada beberapa saran Tedros dan menjadi kebijakan WHO ke depan. Selain meningkatkan pengujian secara masif di masyarakat, tracing kontak orang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19, kemudian mengisolasi orang yang dianggap dapat menyebarkan virus tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-di-kota-lubuklinggau.jpg)