Ujaran Kebencian
Berulang Kali Sebar Kebencian dan Bikin Marah Warga NU, Ustaz Gus Nur Ditangkap Tengah Malam
USTAZ Gus Nur (46) dinilai sudah berulangkali membuat marah warga Nahdlatul Ulama. Sabtu (24/10) tengah malam, Gus Nur ditangkap di rumahnya.
SRIPOKU.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB-NU), mendukung tindakan kepolisian yang menangkap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (46), pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 00.30.
Dukungan itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PB-NU, Rumadi Ahmad, seperti dikutip Kompas.com di Jakarta, Sabtu (24/10) siang.
"Memberi dukungan penuh kepada Bareskrim Polri yang telah menangkap Nur Sugi Raharja karena omongannya yang sering kali menyebar kebencian, terutama kepada Nahdlatul Ulama," tulis Rumadi.
"Nur Sugi sudah berulang kali mengumbar celotehan yang menimbulkan kemarahan bagi warga NU," katanya. Beberapa hasil lalu, Gus Nur dilaporkan oleh beberapa aliansi masyarakat dan santri karena dinilai telah menghina NU.
Rumadi menilai ucapan Gus Nur tidak mencerminkan akhlak yang baik dari seorang Muslim. Lakpesdam PBNU pun juga berpandangan bahwa penegakan hukum tidak hanya dialamatkan kepada Gus Nur, tetapi juga pihak yang memproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian melalui kanal YouTube.
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Gus Nur ditangkap di kediamannya di Malang, Jawa Timur. Namun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyebab Gus Nur ditangkap.
Gus Nur kini berstatus sebagai tersangka. "Iya, sudah jadi tersangka," kata Awi.
Gus Nur dilaporkan ke polisi karena diduga menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube.
Pernyataan yang dinilai menghina adalah saat Gus Nur mengumpamakan NU sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, serta isi busnya adalah PKI, liberal, dan sekuler.
Baca juga: Ustaz Gus Nur Ditangkap Dinihari Tadi, GP Ansor Apresiasi Kepolisian
Pernyataan yang dinilai menghina itu, disampaikan dalam wawancara khusus Refly Harun yang disiarkan melalui kanal Youtube. Kanal Youtube Refly Harun ini merupakan acara diskusi bebas yang disiarkan ke public.
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas, juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat aparat kepolisian. "Mengapresiasi gerak cepat Polri. Luar biasa kinerjanya," kata Gus Yaqut itu kepada Tribunnews di Jakarta Sabtu (24/10).
Sudah seharusnya Gus Nur ditangkap lantaran pernyataannya yang tidak benar. Gus Yaqut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri yang merespons cepat laporan dari Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim.
"Orang-orang ngaku ustaz tapi keblinger seperti ini, memang harus segera dibungkam. Terima kasih Polri," kata Gus Yaqut, yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.
Tim reserse dari Badan Reserse Kriminal Polri, menangkap Suri Nur Rahardja alias Gus Nur di Malang, Jawa Timur pada Sabtu sekitar pukul 00.18. Kabar penangkapan itu, dibenarkan langsung Karopenmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono.
"Iya dini hari tadi, Sabtu 24 Oktober 2020," kata Awi saat dikonfirmasi, Sabtu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/20201024-gus-nur.jpg)