Breaking News:

Mahasiswa Unjukrasa

Remaja Ikut Demo di Istana Bogor, Dijemput Pulang oleh Ibunya

MAHASISWA dan buruh kembali berunjukrasa menolak RUU Cipta Lapangan Kerja, Selasa (20/10). Di Bogor, seorang remaja dijemput pulang ibunya.

kompas.com
Unjukrasa mahasiswa dan buruh menolak RUU Cipta Lapangan Kerja di Jakarta, Selasa (20/10) 

 SRIPOKU.COM – Ribuan massa yang tergabung dalam elemen organisasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) di Jakarta, Selasa (20/10). Menurut klaim kepolisian, jumlah massa ini jauh lebih kecil disbanding unjukrasa sejak 6 Oktober lalu.

Selain di Jakarta, massa mencoba menggelar aksi di Istana Kepresidenan di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat; Unjukras juga berlangsung di kawasan Istana Bogor, Bogor (Jawa Barat).

Aksi unjukrasa di Istana Bogor ini juga digelar mahasiswa Selasa siang. Di tengah aksi berlangsung, ada kejadian unik, ketika situasi memanas saat massa berusaha menerobos aparat keamanan.

Tiba-tiba, datang seorang ibu yang mencoba masuk ke tengah kerumunan massa. Ibu itu mencoba mencarai anaknya sambil menangis. Bahkan perempuan itu berteriak memanggil nama anaknya.

Si ibu sengaja datang ke lokasi demonstrasi karena mendengar informasi bahwa anaknya ikut berunjuk rasa di kawasan Istana Bogor. Kemudian meminta tolong petugas keamanan untuk mencari anaknya.

Sang anak pun ditemukan dari tengah kerumunan massa pedemo, ternyata remaja yang bercelana pendek dan berjaket biru putih.

Si ibu yang telah menunggu di sisi jalan, langsung memarahi anaknya dan menyuruhnya pulang. "Orangtua nyari duit susah," kata ibu itu. Si anak menjawab, "Kan nggak anarki." 

Sementara itu, aksi mahasiswa dan buruh digelar di depan Gedungn Bank Indonesia, Patung Kuda Arjuna Wiwaha di kawasan silang Monas. Massa tidak diizinkan menuju depan Istana, yang letaknya sekitar satu kilometer.

Sejak pagi, aparat kepolisian telah menutup Jl Medan Merdeka Barat, akses jalan menuju Istana Kepresidenan.  Aksi berlangsung damai, dan massa membubarkan diri menjelang malam.

Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana,  mengatakan bahwa polisi menangkap 33 pelajar dari tengah-tengah massa unjukrasa menolak Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja.

Halaman
12
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved