Breaking News:

Berita OKU Timur

POLRES OKU Timur 'Panen' Tersangka, Kurun Waktu 2 Bulan Ungkap 13 Kasus Amankan 19 Tersangka

Dalam 2 Bulan, Polres OKU Timur Ungkap 13 Kasus Kriminal, Didominasi Kasus Curas dan Penadahan

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/RESHA
Wakapolres OKU Timur Kompol Erwin S. Manik, didampingi Kasat Reskrim I Putu Suryawan, saat menanyai tersangka saat ungkap kasus yang ditangkap oleh Polres OKU Timur, di Mapolres OKU Timur, Senin (19/10/2020). 

Laporan wartawan Sripoku com, Resha

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Polres OKU Timur mengungkap 13 kasus kriminal, dengan 19 tersangka.

Tangkapan itu diungkap dalam press rilis di Mapolres OKU Timur, Senin (19/10/2020).

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon melalui Wakapolres Kompol Erwin S Manik mengatakan, tangkapan tersebut merupakan hasil capaian anggotanya selama 2 bulan belakangan, terhitung sejak 19 Agustus - 19 Oktober ini.

Dari 13 kasus itu, didominasi oleh pencurian dengan kekerasan (Curas).

"Hal ini sebagai upaya kita untuk menjaga kondusifitas dan kamtibmas selama pelaksanaan Pilkada 2020 di OKU Timur," ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKP I Putu Suryawan dan Kasubbag Humas AKP Hamdan Mahyuddin.

Dari segi laporan, kasus pencurian dengan kekerasan mendominasi tangkapan di Polres OKU Timur.

Dan sejumlah 4 kasus curas, beberapa merupakan tunggakan (baca: buron) dari kasus beberapa tahun silam.

"Ada yang DPO dari kasus 2016 lalu. Sisanya, kasus reaksi cepat di tahun 2020 ini yang kita selesaikan," tambahnya.

Baca juga: Bawa 12 Motor Diduga Hasil Kejahatan, 3 Bus Pariwisata dari Lampung Diamankan Polres OKU Timur

Baca juga: Lagi Asyik Isap Sabu, 3 Sekawan Ini tak Berkutik Saat Digerebek Petugas dari Polres OKU Timur

Baca juga: Cara Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon Beri Motivasi ke Anggota, Sudah Dilakukan Sejak Jadi Kapolsek

Sementara itu, untuk 19 tersangka didominasi oleh kasus Penadahan. Apalagi yang sempat mencuat adalah kasus 3 bus yang membawa 12 kendaraan bermotor, dari arah Lampung menuju ke OKU Timur.

"Motor tersebut diduga hasil kejahatan, karena petugas menemukan beberapa indikasi. Seperti surat menyurat yang tidak sesuai dengan motor, hingga bekas kerusakan di kontaknya," kata Kasat Reskrim, AKP I Putu Wiryawan.

Pihaknya berkomitmen selain menangkap tersangka pencurian kendaraan bermotor, juga mengamankan oknum yang menadah hasil kejahatan tersebut.

Sehingga, tidak ada celah lagi bagi pelaku kejahatan untuk beraksi di wilayahnya.

"Karena itu kami mengimbau agar masyarakat membeli kendaraan dengan surat menyurat lengkap. Jika tempat menjual kendaraan diduga hasil kejahatan tidak ada lagi, maka tentu kasus pencurian juga menurun karena ga ada lagi yang beli," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved