Donald Trump
Donald Trump Dianggap Pencetus Misinformasi Covid-19, Penelitian Cornell University
PRESIDEN AS Donald dituduh sebagai pendorong maraknya penyebaran informasi keliru atau misinformasi) tentang wabah pandemi virus corona.
SRIPOKU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dituduh ikut mendorong tersebarnya informasi yang keliru (misinformasi) tentang wabah pandemic virus corona atau Covid-19 (Coronaviruse Disease 2019).
Demikian kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan Cornell University, Amerika Serikat (AS). Penelitian mengambil data dari sekitar 38 juta konten yang diterbitkan media tradisional berbahasa Inggris di dunia di media sosial sepanjang semester pertama tahun 2020.
Data itu mencakup lebih dari 1,1 juta artikel berita atau 2,9 persen dari percakapan tentang Covid-19 yang menyebarkan, memperkuat, atau melaporkan informasi keliru terkait pandemi Covid-19.
Dari lima kategori misinformasi dalam riset itu, utas misinformasi yang dapat diidentifikasi/konspirasi mengambil porsi tertinggi, yakni 46,6 persen dari total volume konten. Kategori ini mencakup 11 sub-topik utama.
Sementara, kategori Trump Mentions mencakup 37,9 persen dari seluruh percakapan misinformasi, sedangkan Trump-Only sebesar 10,3 persen.
Seperti dilansiri Kompas.com, Minggu (18/10), kategori Trump Mentions mencakup semua penyebutan Presiden AS Donald Trump dalam seluruh percakapan misinformasi, sebagai cara untuk mengukur penonjolan Trump dalam infodemik Covid-19.
Sementara, kategori Trump-Only merepresentasikan volume dan frekuensi artikel yang menyebut Presiden Trump dalam konteks misinformasi, tetapi tidak menyebutkan topik spesifik lain pada saat bersamaan.
"Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa Presiden Amerika Serikat kemungkinan merupakan pendorong terbesar dari misinformasi infodemik Covid-19," tulis riset berjudul "Coronavirus Misinformation: Quantifying Sources and Themes in the COVID-19 Infodemic" itu.
Hanya 16,4 persen dari percakapan misinformasi bersifat “pengecekan fakta”. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar informasi yang salah terkait Covid-19 disampaikan oleh media tanpa pertanyaan atau koreksi.
Pengobatan Ajaib Dari 11 sub-topik misinformasi yang muncul pada 1 Januari hingga 26 Mei 2020, sub-topik pengobatan ajaib (miracle cures) berkontribusi paling besar. Pendorong utamanya yakni pernyataan Trump pada 24 April 2020 tentang kemungkinan menggunakan disinfektan untuk menyembuhkan virus corona.
Selain itu, dukungan Trump atas hydroxychloroquine dan pengakuannya bahwa dia menggunakan obat tersebut juga memicu lonjakan besar pada sub-topik pengobatan ajaib.
Dari riset itu disimpulkan pula, bahwa misinformasi dan teori konspirasi yang disebarluaskan oleh sumber-sumber akar rumput seperti kelompok anti-vaksinasi, perlawanan 5G, dan ekstremis politik berkontribusi jauh lebih sedikit daripada presiden AS.
Untuk menghindari hal yang lebih buruk, perlu upaya lebih besar lagi untuk memerangi "infodemik" yang sudah mencemari wacana media di masa pandemi Covid-19 ini.****
_______________
Sumber: Kompas.com, https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/18/183000665/studi-cornell-university--presiden-as-donald-trump-pendorong-terbesar?page=all#page2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/donald-trump2.jpg)